Thursday, 6 Jumadil Akhir 1439 / 22 February 2018

Thursday, 6 Jumadil Akhir 1439 / 22 February 2018

'Indonesia Butuh Pemimpin Berjiwa Pancasilais'

Kamis 18 August 2016 19:24 WIB

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Bayu Hermawan

Deklarasi Gerakan Indonesia Memilih

Deklarasi Gerakan Indonesia Memilih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah tokoh mendeklarasikan Gerakan Indonesia Memilih di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), pada Kamis (18/8). Gerakan tersebut memiliki misi secepat mungkin melahirkan pemimpin berjiwa Pancasila demi keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Salah seorang deklarator Gerakan Indonesia Memilih, Happy Trenggono mengatakan salah satu yang akan dilakukan oleh kelompoknya adalah melakukan sosialisasi cara memilih pemimpin atau pejabat negara yang baik dan benar demi tercapainya masyarakat yang adil dan makmur.

Ia melanjutkan, gerakan tersebut mengajak rakyat Indonesia memilih pemimpin yang Pancasilais untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur. Menurutnya hingga kini Indonesia dinilai semakin jauh dari karakter asli bangsa. Happy menjelaskan, karakter bangsa Indonesia adalah bicara tentang kewajiban, bukan hak seperti yang dipakai di barat.

"Itu yang membuat Indonesia yang begini kaya dengan sumber daya gagal membangun hingga saat ini. Sementara Cina membangun dan berhasil. Inggris membangun dan berhasil. Bahkan Singapura membangun dan berhasil," ujarnya kepada Republika.co.id. Kamis (18/8).

Happy menyebut keberhasilan negara-negara tersebut lantaran mereka membangun dengan karakter, sedangkan Indonesia tidak. "Dan pada akhirnya semua sumber daya alam Indonesia dinikmati oleh bangsa asing. Maka marilah kita kembali kepada karakter bangsa kita," katanya.

Gerkan tersebut dideklarasikan oleh Jend (Purn)  Djoko Santoso, Heppy Trenggono, Mayjend (Purn) Prijanto, dan M Hatta Taliwang. Acara ini juga dihadiri dan didukung oleh beberapa tokoh seperti Ramli Kamidin, Muchtar Efendi Harahap, Batara Hutagalung, Iskandandarsyah Siregar, Ferdinand Hutahaean, dan banyak tokoh dari berbagai organisasi massa (ormas).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES