Kamis , 20 April 2017, 03:31 WIB

Ustaz Arifin Ilham: Kemenangan Anies Bukan Kemenangan Sebenarnya

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Nur Aini
Dok Az-Zikra
Ustadz Muhammad Arifin Ilham
Ustadz Muhammad Arifin Ilham

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pasangan Anies-Sandi unggul di semua lembaga survei dalam perhitungan cepat sementara Pilkada Jakarta putaran kedua. Dai kondang, Ustaz Arifin Ilham mengingatkan bahwa kemenangan Anies-Sandi bukan kemenangan sebenarnya.

“Astagfirullah, kemenangan ini awal ujian Allah, dan ini bukan kemenangan sebenarnya,” ujar Ustad Arifin, Rabu malam (19/4).

Menurut perumus Majelis Dzikir ini, kemenangan sejati adalah kemenangan dalam pembuktian janji. Dia mengatakan, jika gubernur terpilih telah menjalankan amanah Allah dan amanah rakyat Jakarta, maka itulah yang dinamakan kemenangan yang sesungguhnya.

Ustaz Arifin mengaku mensyukuri kemenangan pasangan Anies-Sandi dalam Pilkada putaran kedua ini. Dia juga bersyukur kepada Allah yang telah mengabulkan harapan, cita-cita, dan hajat mayoritas warga Jakarta untuk gubernur baru yang membawa perubahan yang diharapkan lebih baik, aman, damai, dan sejahtera.

“Subhanallah kemenangan ini adalah kemenangan semua, bukan hanya pendukung bang Anies-Sandi tetapi juga kemenangan pendukung bang Ahok–Djarot,” ungkap dia.

Dia mengimbau kedua pasangan untuk menerima hasil dengan lapang dada. Bagi Anies-Sandi sebagai pasangan terpilih, diimbau untuk tidak berbesar hati, dan tidak melupakan janjinya kepada rakyat. Sedangkan Basuki-Dajrot diharapkan tidak berkecil hati, karena kesempatan membangun Jakarta bukan hanya milik pasangan terpilih, tapi seluruh warga Jakarta.

Allahu Akbar, damai Indonesiaku, bersatu bangsaku, sejahtera rakyatku, dan berkah negeriku,” katanya.

Ustad Arifin berharap seluruh berita palsu, fitnah, benci, dan dendam tidak terus tumbuh, dan dapat berhenti bersamaan dengan selesainya pesta demokrasi ini. Dia juga berterimakasih kepada pemerintah, aparat keamanan dan pengurus serta pengawas Pilkada yang telah bekerja keras demi menciptakan situasi yang kondusif hingga pilkada dapat terlaksana dengan khidmat.

“Alhamdulillah pesta demokrasi sudah selesai, tidak boleh lagi ada hoax fitnah, benci, dendam, caci maki. Kita bersaudara, kita keluarga besar bangsa Indonesia, kita bersyukur dengan kebinekaan NKRI kita tercinta,” ujarnya.