Jumat , 21 April 2017, 11:54 WIB

Lembaga Survei Banyak Meleset, Ada yang Menyebut Ahok akan Menang

Red: Teguh Firmansyah
Republika/ Wihdan
Pasangan Cagub Cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menggelar konferensi pers di Posko Pemenangan Paslon Anies-Sandi Kertajaya, Jakarta, Rabu (19/4).
Pasangan Cagub Cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menggelar konferensi pers di Posko Pemenangan Paslon Anies-Sandi Kertajaya, Jakarta, Rabu (19/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebelum Pilkada DKI putaran kedua digelar, sejumlah lembaga survei menggelar poling untuk melihat elektabilitas pemilih. Meski mayoritas lembaga survei menjagokan Anies-Sandi, namun kebanyakan tak tepat memprediksi perhitungan suara.

Karena berdasarkan hasil pemindaian C1 jumlah selisih kemenangan antara Anies lawat Ahok cukup jauh. Bahkan ada salah satu lembaga yang jelas-jelas salah dengan memprediksikan Ahok-Djarot bakal tetap memenangi pemilihan.

Berdasarkan hasil pemindaian C1 oleh KPUD, pasangan Anies-Sandi unggul di semua Kotamadya di DKI Jakarta. Dengan total perolehan suara 3.240.379 suara, yakni 57,95 persen, paslon tiga lebih unggul dari Ahok-Djarot yang memperoleh 2.351.438 suara atau 42,05 persen. 

Berikut prediksi lembaga survei sebelum Pilkada digelar.

1. Anies Unggul Selisih Lebar di Atas 7 Persen
LSI Denny JA benar memprediksi Anies unggul. Denny JA juga meyakini selisih kemenangan Anies cukup lebar. Survei yang dilakukan pada 7-10 April 2017 tersebut mengungkapkan, pasangan Anies-Sandi unggul dengan perolehan suara sebesar 51,4 persen, dibanding pasangan Ahok-Djarot yang hanya meendapat dukungan sebesar 42,7 persen.


2. Anies Unggul Selisih Tipis di Bawah Tiga Persen.
- SMRC tepat menyebut Anies unggul. Namun SMRC memprediksi keunggulan tipis. Elektabilitas Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat diperkirakan hanya terpaut 1 persen. Pasangan Ahok-Djarot elektabilitasnya 46,9 persen dan Anies-Sandi sebesar 47,9 persen. Sementara yang belum tahu dan tidak menjawab sebanyak 5,2 persen.

- Indomatrik benar memprediksi Anies unggul. Namun kemenangannya akan tipis. Berdasarkan survei yang digelar pada 1-8 April lalu, elektabilitas paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno tercatat sebanyak 48,40 persen. Sementara itu, persentase elektabilitas paslon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat sebesar 46,17 persen. Sebanyak 5,44 persen responden menyatakan tidak menjawab.

3. Anies Unggul Selisih 4-7 persen
Survei Median tepat menyebut Anies Unggul.  Media memprediksi selisihnya hanya 6,3 persen. Median memang mengakui ada sekitar 6,7 persen yang belum menentukan pilihan. Sehingga bisa saja suara itu semua lari ke Anies.  Berdasarkan survei Median 49,8 persen responden memilih Anies-Sandi, sementara yang akan memilih Ahok-Djarot hanya 43,5 persen pemilih.

4.  Ahok Unggul Tipis
Charta Politika salah memprediksi Pilkada putaran kedua. Charta memprediksi Ahok akan menang tipis. Berdasarkan hasil survei yang digelar Charta Politika pada 7-12 April mengenai prediksi akhir hasil Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, paslon Ahok-Djarot tercatat lebih unggul dibandingkan paslon Anies-Sandiaga Uno.

Elektabilitas paslon Ahok-Djarot tercatat sebesar 47,3 persen, sementara Anies-Sandiaga sebesar 44,8 persen. Berdasarkan survei, perolehan suara paslon Ahok-Djarot unggul di empat wilayah, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Paslon Anies-Sandiaga unggul dalam perolehan suara di Jakarta Selatan.

Survei dilaksanakan melalui metode wawancara tatap muka  menggunakan kuesioner terstruktur. Adapun jumlah responden digunakan sebanyak 782 orang dari 1.000 orang di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta. Survei dilakukan dengan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin error 3,5 persen.