Jumat , 21 April 2017, 22:15 WIB
Pilkada DKI

Jabatan Usai, Ahok Ingin Ajak Keluarganya Jalan-Jalan

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Bilal Ramadhan
Republika/ Yasin Habibi
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan akan mengajak keluarganya berlibur usai tugasnya sebagai orang nomor satu di Jakarta selesai pada Oktober nanti.

"Oktober selesai aku mau jalan-jalan sama keluarga saja, sudah lama gak jalan-jalan ke mana-mana saja," kata Ahok di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/4).

Meskipun waktu kerja akan berakhir enam bulan lagi, Ahok sapaan akrab Basuki akan mempercepat beberapa program sebelum memberikan jabatan sebagai orang nomor satu di Jakarta untuk Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Salah satu yang akan dipercepat adalah program pemberian sertifikat pada warga miskin di Jakarta. "Kita kan tinggal enam bulan, tentu kita harus kebut. Tentu kalau kemarin kita sambung sampai 2022 bisa lebih santai dikit. Kalau waktunya cuma enam bulan ini, kita harus cepet kerjanya," kata Ahok.

Ahok memaparkan salah satu program yang akan dipercepat soal pemetaan rumah warga punya sertifikat. "Yang Rp 2 miliar enggak harus bayar BPHTB. Kalau di atas itu kalau enggak jual, enggak usah bayar," ucapnya.

Selain itu, dirinya bersama Djarot juga akan memasukkan bahan bangunan dalam e-katalog untuk program bedah rumah. Karena, lanjut Ahok, saat ini sudah ada beberapa toko bangunan yang ingin memasukkan barang ke e-katalog.

"Kita juga mau di e-katalog-kan di LKPP bahan-bahan bangunan. Karenakan ada beberapa toko bangunan yang besar, yang kaya super store itu bisa masukan sebagai e-katalog," jelasnya.

Jadi, sambung Ahok, bila nanti pasukan merah sudah dibentuk melalui pegawai lepas di dinas perumahan bisa langsung memperbaiki rumah yang terkena program bedah rumah menggunakan material dari e-katalog.

Tak hanya itu, program 2,5 kali apartemen untuk warga miskin juga akan segera dieksekusi. Ahok tidak mau ada warga miskin yang tinggal di perkampungan padat penduduk dengan kesehatan yang tidak terjamin.

"Kita ingin selesaikan konsep 2,5 kali. Kampung yang terlalu padat dan kumuh kan penyakit banyak, TBC, diare, kita tawarkan 2,5 kali. Jadi apartemen yang dibangun 100 meter bisa dapat 250 meter atau tujuh unit. Ini sudah ada orang yang nawarin ke saya di Cengkareng satu hektare. Jadi kita bisa dapat setengah hektar bisa jadi taman dan setengah hektar jadi apartemen, dan kita pasti untung," papar Ahok.