Sabtu , 22 April 2017, 13:45 WIB
Pilkada DKI

Eep Saefulloh: 78 Persen Pemilih Nyoblos tak Berdasarkan Agama

Rep: Ali Mansur/ Red: Bilal Ramadhan
Republika/Mardiah
Pilgub DKI (Ilustrasi)
Pilgub DKI (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO PolMark Research Center, Eep Saefulloh Fatah mengungkapkan hasil survei-nya bahwa tidak semua pemilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta berdasarkan agama saja. Bahkan kata dia, hanya 18,5 persen warga Jakarta yang memilih berdasarkan agama. Menurutnya pemilih Anies-Sandi adalah pemilih yang rasional.

"Sehingga ini tidak tidak bisa dikatakan bahwa rakyat Jakarta primordial. Ada 78 persen (memilih) enggak berdasar agama," kata Eep dalam acara diskusi dengan tema 'Setelah Pilkada Usai', di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4).

Eep juga menjelaskan kenapa,  Pasangan Calon (Paslon) Anies-Sandi mampu memperoleh suara jauh lebih banyak banyak dibanding saat pencoblosan putaran pertama lalu. Menurut Eep hal itu terjadi karena suara Ahok-Djarot yang stagnan, bahkan cenderung turun. Memang Pada putaran pertama, suara kepada Ahok-Djarot memang mendominasi, tapi itu tidak terjadi saat putaran kedua.

"Sebab suara Ahok-Djarot terkarantina, tidak bisa menyebar. Tidak hanya itu, suara Ahok-Djarot juga turun hampir 14 ribu suara. Yang dimaksud terkarantina itu, suara pemilihnya hanya itu saja, tidak bisa menjangkau pemilih lain," jelas Eep, saat menjadi narasumber di diskusi itu, Sabtu (22/4).

Salah satu faktor lain adalah, adanya bagi-bagi sembako yang terjadi pada hari tenang yang diduga dilakukan kubu Ahok-Djarot membuat pemilih rasional menjadi mempertimbangkan aspek integritas. Apalagi mereka menganggap politik sembako sebagai hal tidak bagus. Akibatnya integritas Paslon Ahok-Djarot pun menurun, sementara Paslon Anies-Sandi sebaliknya.

"Di Jakarta kan ada tiga musim, yaitu musim hujan, musim panas dsn musim sembako. Maka boleh jadi hujan sembako sangat pendek kemarin, saya khawatir hujan sembako itu memberikan kontribusi Ahok-Djarot ke Anies-Sandi," tutur Eep.