Sabtu , 20 Mei 2017, 10:25 WIB

Gerindra: Pernyataan Presiden Harus Melindungi Seluruh Bangsa Indonesia

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Presiden Joko Widodo (Jokowi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Gerindra Muhammad Syafi'i alias Romo berpendapat, kata 'gebuk' yang diucapkan Presiden Joko Widodo memiliki kecondongan (tendensi) pada arti yang lain. Jokowi ingin mengingatkan agar tidak ada seseorang atau golongan yang melawannya kalau tidak ingin 'digebuk'.

"Omongannya (kata 'gebuk' yang diucapkan Jokowi) itu punya tendensi yang sebenarnya mau dibilang, siapa yang melawan saya (akan digebuk)," kata Romo saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (19/5).

Anggota Komisi III DPR RI tersebut kemudian mengingatkan Jokowi sebagai kepala negara tidak asal berucap. Menurutnya, apa yang diucapkan Jokowi harus benar-benar dalam rangka melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

"Jadi presiden itu kalau ngomong harus benar-benar dalam rangka melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Jangan Asbun (asal bunyi)" ucap Romo.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menekankan konstitusi harus menjadi pegangan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. "Yang mau menyampaikan aspirasi, silakan saja. Tapi harus dalam koridor hukum yang benar. Kalau tidak sesuai konstitusi, gebuk saja," kata Presiden.

Menurutnya, menyampaikan aspirasi merupakan bagian dari demokrasi. Cuma, kata Jokowi, segala aspirasi itu harus disampaikan dengan tetap menaati aturan hukum. Istilah 'gebuk' ini disampaikan Presiden beberapa kali dalam pertemuan tersebut. "Memang saya ngomong gebuk, tulis saja gebuk. Itu yang paling pas," ujar dia.