Selasa , 18 July 2017, 03:24 WIB
setya novanto tersangka

Jubir Golkar: Setnov Tetap Tenang

Rep: Muhyiddin/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Prayogi
Ketua DPR Setya Novanto didampingi Sekjen Partai Golkar Idrus Marham berjalan usai memenuhi panggilan KPK di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/7).
Ketua DPR Setya Novanto didampingi Sekjen Partai Golkar Idrus Marham berjalan usai memenuhi panggilan KPK di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Partai Golkar, Idrus Marham menjelaskan tentang kondisi Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov) pascaditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus pengadaan KTP-el.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar tersebut mengatakan bahwa musibah yang dialami Setnov merupakan jalan hidup yang sudah ditetapkan oleh Allah. Namun, menurut dia, Setnov tidak menunjukkan sikap marah saat mengetahui bahwa dirinya ditetapkan tersangka.

"Dia tetap tenang menghadapi ini dan sudah melakukan suatu upaya memberikan kesaksian dalam persidangan. Di dalam pemeriksaan sudah disampaikan semuanya. Dan saya kira kita serahkan dan kami mengharagai proses yang dilakukan KPK dan sikap inilah yang harus kita junjung tinggi," ujar Idrus setelah selesai rapat Golkar di kediaman Setya Novanto di Jalan Wijaya 13, Jakarta Selatan, Selasa (18/7) dini hari.

Idrus menuturkan, dalam pertemuan tokoh Golkar tersebut, Setnov langsung yang memimpin rapat, sehingga bisa menghasilkan beberapa kesepakatan sebagai bahan rapat pleno Golkar yang akan digelar Selasa (18/7) pukul 14.00 WIB.

"Tadi Pak Setnov tetap memimipin pertemuan dan ada beberapa kesepakatan-kesepakatan tadi diambil sebagai bahan untuk rapat pleno DPP Partai Golkar besok jam dua di Slipi," ucapnya.

Saat ditanya apakah bisa menjamin Setnov tidak bersalah dalam kasus ini, Idrus hanya menjawab bahwa pihaknya hanya percaya dengan proses hukum yang ada.

"Bukan begitu, kita percaya dengan proses hukum yang ada, dan KPK tentu akan melakukan itu, kita hormati itu. Kemudian nanti akan melalui proses peradilan. Kita percaya hakim akan menjalankan sesuai mekanisme dengan fakta yang ada," kata Idrus.