Selasa , 18 Juli 2017, 07:27 WIB

Panglima: Peran Ulama Jauh Lebih Penting pada Era Global

Rep: Amri Amrullah/ Red: Andi Nur Aminah
ROL/Abdul Kodir
Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyebut saat ini bangsa Indonesia hidup di era yang penuh tantangan dan peluang menghadapi kompetisi global berupa persaingan antarnegara. Menurutnya, di era seperti ini, peran serta ulama Indonesia merupakan salah satu komponen penting dan menentukan untuk mewujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang.

Hal ini disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara Halal Bihalal di hadapan kiai, ulama dan sekitar 7.000 santri serta 2.000 alumni, bertempat di Pondok Pesantren An Nur 2 Al Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad (16/7) lalu. “Sejarah telah membuktikan bahwa peran kiai ulama dan santri selalu hadir dalam setiap perjuangan untuk mewujudkan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan NKRI di samping komponen bangsa lainnya,” ungkap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI menegaskan sebelum Sumpah Pemuda diikrarkan, mereka telah mengumandangkan perlunya persatuan dan kesatuan bangsa untuk mengusir para penjajah dari Tanah Air Indonesia. “Indonesia merdeka dari penjajah zaman dahulu tidak lepas dari peran penting kiai, ulama dan santri,” ujarnya.

Terkait kompetisi global, Gatot menilai persaingan antar negara muncul sebagai akibat semakin menipisnya energi fosil. Sedangkan pertumbuhan penduduk yang terjadi sangat pesat. Dan bumi sebagai tempat tinggal tidak bertambah luas bahkan semakin sempit karena pemanasan global.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, diprediksi sekitar tahun 2043 semua penduduk di dunia bakal mencari pangan di negara-negara ekuator seperti di kawasan Amerika Latin, Asia Tengah dan Asia Tenggara. Salah satunya Indonesia yang dinilai subur dan memiliki sumber daya alam yang melimpah di antaranya air, pangan dan energi yang terbarukan.

“Inilah yang harus diantisipasi bangsa Indonesia karena kekayaan alamnya akan menjadi rebutan negara-negara asing. Jadi bangsa Indonesia harus siap menghadapi kenyataan ini karena salah satu negara di ekuator yang memiliki energi luar biasa besar,” ungkap Panglima TNI.

Usai acara Halal Bihalal, Panglima TNI melaksanakan peletakkan batu pertama renovasi Masjid An Nur. Ia juga meresmikan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning (STIKK).