Sabtu , 12 August 2017, 05:57 WIB

Indonesia-Malaysia Bahas Batas Negara di Laut Sulawesi

Rep: Halimatus Sa'diyah​/ Red: Andi Nur Aminah
Antara/Rivan Awal Lingga
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi (kanan) bersalaman dengan Menteri Luar Negeri Malaysia, Dato Sri Anifah Hj Aman (kiri) saat melakukan Pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (Joint Commission for Bilateral Cooperation/JCBC) ke-15 antara Malaysia dan Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (11/8).
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi (kanan) bersalaman dengan Menteri Luar Negeri Malaysia, Dato Sri Anifah Hj Aman (kiri) saat melakukan Pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (Joint Commission for Bilateral Cooperation/JCBC) ke-15 antara Malaysia dan Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (11/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia dan Malaysia terus melanjutkan negosiasi pembahasan batas negara kedua pihak. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, pembahasan tersebut akan diintensifkan untuk segera menyelesaikan persoalan batas negara di Laut Sulawesi.

​"​Saat bicara mengenai masalah penyelesaian batas, satu titik, satu centi itu tidak mudah untuk diselesaikan​," ujar Menlu, seperti dikutip dari laman resmi pemerintah setkab.go.id, Sabtu (12/8).

Selain di Laut Sulawesi, lanjut dia, masih ada sembilan titik masalah perbatasan darat di Kalimantan yang juga harus segera diselesaikan. Sejauh ini, Indonesia dan Malaysia sudah melakukan sembilan pertemuan khusus untuk membahas masalah perbatasan.

Isu mengenai perbatasan ini juga menjadi topik yang dibahas dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Malaysia Dato Sri Anifah Aman di Istana Merdeka, pada Jumat (11/8). Menurut Retno, Presiden berpesan agar pembahasan dilakukan secara intensif agar segera mencapai kemajuan.

“Ini berlaku untuk semua perundingan perbatasan, bukan hanya di Indonesia. Semua perundingan perbatasan yang dilakukan oleh semua negara selalu memakan waktu​," ujarnya. Retno menyebut, selama masa pemerintahan Jokowi-JK, pemerintah berhasil menyelesaikan batas ​Zona Ekonomi Eksklusif (​ZEE​) dengan Singapura dan Filipina​.​