Kamis , 24 Agustus 2017, 17:32 WIB

HNW: Relasi Keislaman dan Keindonesiaan Harus Dipahami

Rep: Amri Amrullah/ Red: Bilal Ramadhan
Republika/Yogi Ardhi
Hidayat Nurwahid
Hidayat Nurwahid

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengajak para generasi muda di kampus dan kalangan cendekiawan untuk betul-betul menggali dan memahami bagaimana relasi antara keislaman kita, keindonesiaan kita dan tantangan masa kini. Untuk kemudian menjaga kemerdekaan dengan cara yang baik dan benar.

"Sebagaimana dulu semangat yang menggelora diwariskan para tokoh Islam," kata Hidayat Nur Wahid, Kamis (24/8).

Hidayat menyampaikan hal itu dalam acara Sosialisasi Empat MPR di Aula KH Abdullah Siddiq, Kampus Universitas Ibn Khaldunm, Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/8) siang. Hadir dalam acara ini anggota MPR Mardani, Soenman Jaya, Wakil Rektor bidang Alademi Universitas Ibn Khaldun Ruhenda, dan ratusan mahasiswa sebagai peserta.

Di depan peserta, Hidayat Nur Wahid mengingatkan, Indonesia ini bagi kaum muda, para terpelajar muda mesti dipahami bahwa keindonesiaan kita ini sebagai warisan sejarah perjuangan para ulama, para laskar Hisbullah, Sabilillah, termasuk politisi Islam.

"Untuk kemudian kita jaga supaya tidak keluar dari jalur fitrahnya, menjadi terjajah lagi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Hidayat Nur Wahid mengajak para mahasiswa untuk memahami sejarah tentang relasi umat Islam dan Indonesia ini. Sehingga tidak ada lagi yang ada merasa dirinya paling Pancasilais, dan yang lain dituduh anti-Pancasila hanya karena perbedaan pilihan politik.