Kamis , 14 September 2017, 19:06 WIB

Narkoba Meluas, Wakil Ketua MPR Dukung Eksekusi Mati Bandar

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita
republika/fauziah mursid
Wakil Ketua MPR Mahyudin.
Wakil Ketua MPR Mahyudin.

REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL--Wakil Ketua MPR Mahyudin geram dengan peredaran dan penggunaan narkoba di Indonesia yang kini menyasar ke semua kalangan mulai dari anak muda, aparat hukum, hingga politikus. Kondisi ini menunjukkan Indonesia memasuki darurat narkoba.

"Tanpa mengesampingkan hak asasi, namun karena narkoba ini sangat membahayakan generasi, saya mendukung bandar dieksekusi mati saja memang sudah ada putusan, agar tidak ada kesempatan dia mengendalikan narkoba dari dalam, ini masalah darurat. Karna kalau saudara kita yang kena kita baru sadar," ujar Mahyudin di sela-sela Sosialiasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Tegal pada Kamis (14/9).

Menurut Mahyudin, perlu langkah nyata untuk memerangi narkoba secara bersama baik Pemerintah maupun masyarakat. Karena itu, ia mengatakan, memerangi narkoba harus hingga ke akar-akarnya yakni para bandar narkoba.

"Narkoba ini sudah darurat, ini sudah merusak negara kita. Menurut Data BNN, ada 50 orang mati setiap hari karena narkoba, jadi bisa dibayangkan bahaya narkoba ini seperti apa," ujar Mahyudin.

Sebelumnya juga Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin menyesalkan penangkapan salah satu kader Partai Golkar Indra J Piliang oleh aparat Direktorat Reserse Narkotika Polda Metro Jaya pada Rabu (13/9) malam. Indra ditangkap ketika sedang mengonsumsi narkoba di salah satu tempat hiburan malam di Taman Sari, Jakarta Barat.

"Pertama saya sangat menyesalkan ada kejadian seperti itu yang mendera kader Partai Golkar," ujar Mahyudin.

Mahyudin menilai jika memang Indra sudah terbukti menggunakan dan terlibat narkoba maka perlu ada langkah tegas dari DPP Partai Golkar. Hal ini sebagai bentuk perang Partai Golkar terhadap segala bentuk narkoba.

"Saya kira partai harus tegas mengambil langkah atau memberikan sanksi kepada yang bersangkutan dan saya berharap kader-kader muda harus lebih hati-hati, yang akan datang jangan sampai terlibat narkoba ini," ujarnya.

Ia juga menyebut jnarkoba menjadi salah satu tantangan besar bangsa Indonesia selain darurat korupsi, radikalisme, dan ancaman perpecahan. Karena itu, perlu langkah serius untuk benar-benar memerangi narkoba dari anak bangsa Indonesia.

"Narkoba ini kita sudah darurat narkoba, nggak hanya generasi muda, masuk ke aparat, masuk ke politikus dan pemerintah harus lebih serius kalau bisa smpe ke akar-akarnya agar tixak ada lagi pengedar narkoba di Indonesia dan masa depan bangsa bisa lebih baik," ujarnya. Fauziah