Kamis , 05 October 2017, 14:12 WIB

Jokowi: Waspadai Ancaman yang Ganggu NKRI dan Pancasila

Red: Andri Saubani
Antara/Hafidz Mubarak A
Inspektur upacara, Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Komandan upacara, Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi (kiri), memeriksa barisan saat Upacara Perayaan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten (5/10).
Inspektur upacara, Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Komandan upacara, Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi (kiri), memeriksa barisan saat Upacara Perayaan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten (5/10).

REPUBLIKA.CO.ID, CIELGON -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, seluruh komponen bangsa harus tetap waspada atas ancaman yang mengganggu keutuhan wilayah Indonesia dan dasar negara Pancasila. Hal ini diutarakan Jokowi saat perayaan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Kamis (5/10). "Kita harus waspada dengan peperangan nyata di tingkat budaya dan ekonomi di era perdagangan bebas dan perkembangan teknologi yang sangat cepat sekarang ini," ujar Jokowi.

Menurut Presiden, sejak Indonesia merdeka banyak ancaman kepada Pancasila dan NKRI baik dari luar maupun dalam negeri Indonesia dalam ikrar yang dibacakan pada Hari Kesaktian Pancasila akan membulatkan tekad mempertahankan dan mengamalkan Pancasila sebagai sumber kekuatan untuk menggalang persatuan melalui perjuangan dan menegakkan kebenaran serta keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepala Negara menambahkan, seluruh komponen bangsa juga harus bergegas membangun pondasi ekonomi nasional secara Indonesiasentris dengan menjaga stabilitas politik dan keamanan. Dengan stabilitas politik dan keamanannya, Indonesia diharapkan dapat terus menumbuhkan kepercayaan masyarakat internasional. "Kita harus memberikan pesan bahwa Indonesia adalah negara yang stabil. Sinergi antara TNI dengan institusi lain dan pemerintahan dan dengan seluruh komponen anak bangsa adalah mutlak dan wajib untuk dijaga dan ditingkatkan," tegas Presiden.