Jumat , 06 October 2017, 16:39 WIB

Elektabilitas Prabowo Cuma 12 Persen, Fadli: Tak Perlu Ribut

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andri Saubani
Republika/Rakhmawaty La'lang
Ketua Umum Pertai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) dan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon (kiri).
Ketua Umum Pertai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) dan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon enggan terlalu mempersoalkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyebutkan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden hanya 12 persen. Menurut Fadli, survei hanya bagian salah satu indikator, bukan tolak ukur kemenangan.

"Ya kan nama surveinya, kan bica macem-macem. Kemarin survei angkanya lain ini juga lain. Jadi menurut saya survei tersebut hanya indikator, saya kira tidak perlu diributkan," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (6/10).

Ia mencontohkan survei-survei dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu yang menempatkan pasangan selain Anies Baswedan-Sandiaga bukan paling tinggi. Namun kenyataannya, pasangan tersebut justru mendapat suara terbanyak di pilkada. "Pada waktu Pilkada DKI yang diunggulkan siapa menang siapa," ujar Fadli.

Terlebih, wakil ketua DPR tersebut menilai saat ini pergerakan Prabowo relatif tidak banyak. Namun, tetap menempati nomor dua di bawah Presiden Joko Widodo.

Karenanya, ia meyakini jika Gerindra memulai bergerak dalam memajukan Prabowo maka peluang naiknya elektabilitas tersebut sangat terbuka. "Harapan ke beliau juga masih tinggi. Tapi gampanglah pada waktunya dan kerja keras kita di waktu yang tepat," ujarnya.

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dalam survei tentang siapa yang layak memimpin Indonesia jika pilpres digelar hari ini menyebut, Joko Widodo (Jokowi) unggul jauh dari lawan-lawannya, termasuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Jokowi memperoleh total pemilih 38,9 persen, unggul jauh dari Prabowo yang hanya menyisakan 12 persen suara.