Jumat , 06 October 2017, 18:06 WIB

Hanura: Survei Elektabilitas Partai Naik dan Turun Biasa

Red: Bilal Ramadhan
Republika/ Tahta Aidilla
Partai Hanura
Partai Hanura

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Tridianto menilai survei merupakan alat bantu untuk mengukur persepsi rakyat dan sifatnya tidak statis karena persepsi rakyat juga dinamis serta cepat bergerak.

"Jadi kalau hasil survei terkait eletabilitas partai politik hasilnya naik atau turun, itu hal biasa. Kalau turun, kami harus terus berbenah meningkatkan kinerja dan tidak perlu pesimis," kata Tridianto di Jakarta, Jumat (6/10).

Hal itu dikatakannya terkait hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang menunjukkan bahwa elektabilitas partai-partai politik pendukung Presiden Joko Widodo cenderung stagnan kecuali PDI Perjuangan.  Tridianto mengatakan survei merupakan salah satu bahan untuk bercermin dan partainya tambah semangat untuk memperbaiki kerja-kerja politik dan organisasi.

Menurut dia kenapa hasil survei SMRC menunjukkan hampir seluruh partai mengalami penurunan padahal posisi masing-masing berbeda, ada yang mendukung pemerintah dan ada oposisi. "Masih ada waktu untuk menuju Pemilu 2019 dan berbenah. Kami yakin Hanura bisa meningkat elektabilitasnya," ujarnya.

Menurut dia, kalau kinerja partai semakin baik dan rakyat makin tahu, Hanura bisa bangkit dan meningkat elektabilitasnya sehingga partainya tidak khawatir dengan hasil survei tersebut. Survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menunjukkan, elektabilitas partai-partai politik pendukung Presiden Jokowi cenderung stagnan kecuali PDI Perjuangan.

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan mengungkapkan, SMRC melakukan survei terkait kecenderungan dukungan politik tiga tahun Presiden Jokowi, survei tersebut digelar pada 3-10 September 2017. Survei itu menunjukkan elektabilitas PDI Perjuangan 27,1 persen, Golkar 11,4 persen, Gerindra 10,2 persen, Demokrat 6,9 persen, dan Partai Kebangkitan Bangsa 5,5 persen.

Lalu Partai Keadilan Sejahtera 4,4 persen, Partai Persatuan Pembangunan 4,3 persen, Partai Amanat Nasional 2,4 persen, Perindo 2,0 persen, Hanura 1,3 persen, Partai Bulan Bintang 0,1 persen, PBN 0,1 persen, dan PKPI 0,1 persen.

Sumber : Antara