Jumat , 06 Oktober 2017, 23:29 WIB

Panglima TNI Siap Penuhi Panggilan DPR Jelaskan Isu Senjata

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Andri Saubani
Republika/Edi Yusuf
Panglima TNI, Jederal TNI Gatot Nurmantyo, menyampaikan materi pada seminar nasional
Panglima TNI, Jederal TNI Gatot Nurmantyo, menyampaikan materi pada seminar nasional "Peningkatan Ketahanan bangsa Untuk Menjaga Keutuhan NKRI" di Aula Kampus Unpad, Bandung, Rabu (23/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan kesiapannya jika sewaktu-waktu dipanggil Komisi I DPR RI untuk membahas senjata impor. Gatot mengatakan, dirinya akan memenuhi undangan dari Komisi I DPR untuk pembahasan tersebut.

"Saya sebagai panglima TNI, Komisi I panggil, DPR panggil saya harus patuh, saya harus hadir," ujar dia selepas mengisi acara pengajian di Gedung Dakwah Pusat Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya Nomor 62 Jakarta, Jumat (6/10), malam.

Namun demikian, Gatot mengatakan, hingga saat ini belum ada panggilan dari Komisi I DPR untuk membahas khusus kisruh senjata impor yang ramai belakangan ini. "Belum ada panggilan," jelas dia.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI, Supiadin mengatakan Komisi I akan menggelar rapat kerja dengan Panglima TNI membahas soal anggaran. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan Komisi I juga akan menanyakan soal polemik impor senjata kepada Panglima TNI.

Anggota Komisi I Fraksi PKS, Jazuli Juwaini bahkan mengusulkan agar diadakan rapat gabungan antara Komisi III, Komisi I, Kapolri, dan TNI untuk membahas isu tersebut. Jazuli menjelaskan, rapat gabungan diperlukan agar tidak ada lagi kesalahpahaman antarlembaga pemerintahan.