Sabtu , 07 October 2017, 13:50 WIB

Survei: Potensi Calon Sipil dan Militer di Pilpres Sama Kuat

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Bilal Ramadhan
Pemilu (ilustrasi).
Pemilu (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio, mengatakan ada belasan nama yang terjaring dalam survei potensi kandidat calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) Pemilu 2019. Dari seluruh nama, persentase figur sipil dan figur militer hampir seimbang.

"Besok KedaiKOPI akan merilis hasil survei terbaru. Selain Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo), ada 12 nama yang muncul ke permukaan. Menariknya enam nama yang muncul berasal dari kalangan militer atau minimal diasosiasikan dengan militer dan enam lagi dari sipil," ungkap Hendri dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/10).

Dia menjelaskan, enam nama dari kalangan sipil yakni Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, Mantan Meko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Joko Widodo.

Sementara itu, kalangan militer atau yang terasosiasi dengan militer diwakili figur empat jenderal yang masih aktif yakni Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Pangkostrad Letjend Edy Rahmayadi, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Dua orang lagi adalah Prabowo Subianto dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)," lanjut Hendri.

Selain itu, survei pun mengungkap ada delapan kandidat yang potensial menjadi cawaprese mendatang. Kedelapan kandiat itu yakni Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, Susi Pudjiastuti, AHY, Tito Karnavian, Sri Mulyani dan Budi Gunawan.

"Seperti apa elektabilitas semua nama tersebut dan apakah Presiden Jokowi sudah dianggap memenuhi janji politiknya, akan kami paparkan pada Ahad (8/10)," tambah Hendri.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Djayadi Hanan, mengatakan Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, masih menjadi dua nama paling potensial dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Persentase dukungan terhadap dua figur ini jauh melampaui tokoh-tokoh lain.

Djayadi menuturkan, jika pilpres digelar saat survei, maka kecenderungan nama yang pertama muncul dalam pikiran responden (top of mind) adalah Jokowi (39 persen), Prabowo (12 persen) dan Susilo Bambang Yudhoyono (1,6 persen).

"Dukungan terhadap nama-nama lain (Anies Baswedan, Surya Paloh, Harry Tanoesoedibyo) di bawah satu persen," ujar Djayadi dalam konferensi pers di Kantor SMRC, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (5/10).

Berita Terkait