Senin , 09 October 2017, 17:14 WIB

PPP: Banyak yang Ingin Gatot Berpasangan dengan Jokowi

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Teguh Firmansyah
Antara/Indrianto Eko Suwarso
  Panglima TNI Jenderal (TNI) Gatot Nurmantyo
Panglima TNI Jenderal (TNI) Gatot Nurmantyo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Persatuan Pembangunan tidak menutup kemungkinan untuk mencalonkan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo untuk berpasangan dengan Joko Widodo sebagai Capres-Cawapres dalam Pilpres 2019.

Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Arsul Sani menjelaskan, prinsip partai terbuka dalam peluang untuk mencalonkan Gatot Nurmantyo sebagai cawapres mendampingi Jokowi.

"Kalau untuk pilpres memang pada saat Mukernas PPP bulan Juli di Ancol itu, ketika Gatot presentasi, banyak usulan sesaat atau aspirasi sesaat yang menginginkan agar Pak Gatot menjadi cawapres berdampingan dengan Pak Jokowi," ujar dia saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/10).

Arsul mengatakan, PPP saat ini tidak hanya mendekati Gatot Nurmantyo dari kalangan Militer, akan tetapi, PPP juga mendekati beberapa Purnawirawan TNI dan Polri untuk dijadikan calon kuat dalam Pileg (Pemilu Legislatif) 2019 mendatang.

PPP saat ini sudah dan terus mendekati beberapa purnawirawan TNI berbintang kemudian juga Polri untuk masuk dalam bursa Pileg 2019. "Karena kami juga butuh, misalnya untuk DPR yang akan datang misalnya berasal dari TNI, agar kalau kita bicara isu-isu pertahanan itu lebih mumpuni. Polri juga gitu," jelas dia.

Salah satu dari nama-nama yang didekati adalah Muhammad Farouk, mantan Wakil Ketua DPD-RI. PPP menawarkan Farouk agar maju dalam pencalonan Pileg 2019 dari dapil Sumbawa. "Kita kasih tempat terhormat. Kami menawarkan itu satu contoh," jelas dia.