Sabtu , 23 September 2017, 20:50 WIB

Ketua Komisi I: Kalau Panglima Tahu, Ungkap!

Rep: Amri Amrullah/ Red: Teguh Firmansyah
Dok Humas DPR RI
Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari.
Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari meminta dibuka dan diungkap siapa pihak d ibalik impor ilegal 5.000 senjata ke Indonesia. Hal ini terkait kabar pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo soal ada pihak di luar instansi TNI dan Polri yang mengimpor 5.000 senjata.

"Saya pikir kalau Panglima TNI mengetahui soal itu, sebaiknya diungkap saja siapa instansi atau pihak mana menimpor 5.000 senjata secara ilegal itu," kata Abdul Kharis, ketika dihubungi, Sabtu (23/9).

Kemudian, lanjutnya, kalau memang senjata itu sudah masuk ke Indonesia, berarti ada masalah dengan bea cukai dan kepabeanan. Selanjutnya terkait dengan kepemilikan senjata api juga ada undang-undangnya, yang tidak bisa sembarangan dimiliki selain TNI dan Polri.

Untuk memperjelas permasalahan ini, Abdul Kharis berjanji Komisi I akan menanyakan secara langsung kepada Panglima TNI soal informasi ini. Apalagi bila kabarnya mencatut nama presiden dan oknum jendral yang terlibat mengimpor 5000 senjata ilegal tersebut.

"Komisi I belum pernah mendapatkan informasi ini sbelumnya jadi kita juga belum tahu detail, hanya dari pemberitaan media," ungkapnya.

Anggota DPR Fraksi PKS ini berharap informasi impor 5.000 senjata api ilegal ini tidak memperkeruh suasana di masyarakat. Apalagi dengan berbagai isu politik yang semakin memanas belakangan ini, akan sangat mudah multi tafsir dan bias informasi yang berkembang kemana-mana.