Rabu , 11 October 2017, 18:10 WIB

Rusuh di Gedung Kemendagri, 15 Orang Diamankan

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani
Screenshot media sosial
Sejumlah orang mengamuk di Gedung Kemendagri, Rabu (11/10).
Sejumlah orang mengamuk di Gedung Kemendagri, Rabu (11/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keributan pecah saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (11/10). Keributan terjadi sore ini sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, keributan itu tidak berlangsung lama.

Mereka yang berkonflik dengan membawa nama Barisan Merah Putih Tolikara sempat melakukan penyerangan ke Gedung Kemendagri. Diduga mereka adalah pendukung salah seorang calon Bupati Kabupaten Tolikara, Papua di Pilkada 2017 yang sebenarnya ingin melakukan pertemuan untuk membahas sengketa Pilkada 2017 di Tolikara, Papua, di sana.

Kepala Bagian Operasional Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Asfuri membenarkan adanya keributan di Gedung Kemendagri. Namun, penyebab keributan itu belum diketahui secara pasti. "Iya sempat lempar-lemparan batu tadi," ujar dia saat dikonfirmasi, Rabu (11/10).

Asfuri menyebutkan, ada juga beberapa orang yang diamankan polisi pascakerusuhan. Namun, Asfuri belum memastikan jumlah pria yang diamankan. "Kami amankan di Polda, kami serahkan ke Krimum. Langsung ke Krimum saja minta keterangan lengkapnya," ucapnya.

Usai kericuhan itu, sejumlah kerusakan terjadi. Sejumlah pot dan kaca di Gedung Kemendagri rusak. Sebuah mobil dinas bahkan dikabarkan mengalami kerusakan. Kendati demikian, saat ini menurut Asfuri kondisi di Gedung Kemendagri sudah normal dan kondusif.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyebutkan 15 diamankan usai peristiwa tersebut. "15 orang dikenakan pasal 170 pengeroyokan orang TKP di Kemendagri, terkait dengan Pilkada Tolikara," ujar Nico, Rabu (11/10).

Menurut Nico, kericuhan itu menyebabkan sejumlah kerusakan. Nico menyebutkan, kantor mengalami kerusakan berupa kaca pecah dan kerusakan pada beberapa komputer. Setelah itu, tim gabungan Polres Jakpus dan Polda melakukan penyisiran lalu mengamankan 15 orang. "Sementara ini masih melakukan pengejaran terhadap yang lain," ujar dia.

Barang bukti yang di dapatkan polisi saat ini berupa batu dan pecahan kaca. Polisi masih melakukan pemeriksaan pada sejumlah orang yang diduga menjadi korban pelmparan batu dan pecahan kaca. Polisi juga masih memeriksa sejumlah barang yang mengalami kerusakan. "15 orang ini sementara semua pelaku. Mengapa dan bagaimana masih pemeriksaan," pungkas Nico.

Keributan sempat pecah saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Dalam Negeri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (11/10). Keributan sempat terjadi sore ini sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, keributan itu tidak berlangsung lama. Saat ini, kondisi dilaporkan telah kondusif.

Berita Terkait