Kamis , 12 October 2017, 14:51 WIB

'Perombakan Pengurus Tetap Turunkan Elektabilitas Golkar'

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Bilal Ramadhan
Partai Golkar
Partai Golkar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun menilai perombakan susunan kepengurusan DPP Partai Golkar tetap akan menurunkan elektabilitas Partai Golkar di mata publik. Perombakan tersebut tidak akan memengaruhi atau menaikan elektabilitas lantaran ada citra negatif dari Ketua Umum Golkar Setya Novanto.

"Apakah akan memberi dampak positif terhadap elektabilitas Golkar, saya melihatnya justru akan menurun karena apapun yang terjadi pada Setya Novanto dengan kasus korupsi KTP-el, masih melekat di ingatan publik bahwa dia (Setnov) bagian penting dari kasus korupsi KTP-el," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (12/10).

Penyebab lain elektabilitas Partai Golkar menurun, menurut Ubedillah, karena dua tokoh berpengaruh di internal Partai Golkar diberhentikan. Yaitu Yorrys Raweyai dan Ahmad Doli Kurnia. Padahal, dua tokoh ini sama-sama memiliki massa pendukung yang kuat di belakangnya.

Yorrys, jelas Ubedillah, merupakan representasi dari kelompok muda nasionalis-sekuler. Yorrys juga terlebih dulu aktif di Pemuda Pancasila dan organisasi sayap Golkar dari kelompok nasionalis.

Sementara, Doli, representasi dari kelompok muda nasionalis-islamis yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam melalui jalur ideologis Akbar Tandjung. Ini tentu menurunkan elektabilitas Golkar karena di belakang Doli dan Yorrys ada ribuan kader yang memilih Golkar karena ada mereka berdua di Golkar.

"Berkurangnya orang-orang penting yang memiliki basis massa di tingkat massa tertentu saya kira itu yang bisa menurunkan elektabilitas Golkar," kata dia.