Kamis , 12 Oktober 2017, 16:00 WIB

Pilpres 2019 Dinilai Butuh Capres Baru Selain Prabowo-Jokowi

Rep: Mabruroh/ Red: Karta Raharja Ucu
Tahta Aidila/Republika
Pertemuan Prabowo dan Jokowi
Pertemuan Prabowo dan Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti berpendapat calon presiden alternatif bisa menjadi penantang Prabowo Subianto dan Joko Widodo yang kemungkinan besar bakal maju dalam Pilpres 2019 mendatang. Menurut Ray, peluang capres baru selalu ada, asalkan serius dalam bersaing memperebutkan kursi RI 1.

"Sebenarnya bisa saja karena persaingan di antara dua nama ini (Prabowo-Jokowi) kuat, justru orang meliriknya pada pasangan ketiga. Peluangnya di situ," ujar Ray Rangkuti saat dihubungi di Jakarta, Kamis (12/10).

Masyarakat, menurut Ray pasti sudah melihat bagaimana sepak terjang Jokowi dan Prabowo selama ini. Ditambah lagi, dengan persaingan mereka di pilpres sebelumnya.

Sehingga tidak menutup kemungkinan kandidat baru ini justru akan menjadi pilihan yang mendamaikan. "Karena mungkin baik Jokowi dan Prabowo, masyarakat sudah melihat ini ya. Kemudian di antara mereka juga kuat persaingannya, sehingga orang merasa mencari kandidat ketiga yang mendamaikan," ujar dia.

Hanya saja capres alternatif tersebut belum terlihat. Sebab menurut dia, jika tidak ada capres baru, warna Pilpres 2019 tidak akan jauh berbeda dengan Pilpres 2014.

"Tetapi persoalannya kan ada engga yang mau untuk mencarikan kandidat lain di luar Prabowo dan Jokowi. Karena kalau masih dua nama itu mungkin situasinya tidak akan jauh berbeda dengan Pilpres 2014 lalu," kata dia.