Kamis , 12 October 2017, 20:59 WIB

GMPG: Revitalisasi Golkar Hanya untuk Mengamankan Setnov

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Bayu Hermawan
Republika
Partai Golkar (ilustrasi)
Partai Golkar (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Inisiator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Almanzo Bonara menilai, langkah DPP Partai Golkar untuk merevitalisasi pengurus tak lain merupakan bentuk pemecatan kader. Menurutnya, revitalisasi tersebut tak lain hanya untuk mengamankan kepentingan pribadi sang Ketua Umum (Ketum).

"Bagi kami revitalisasi adalah pemecatan kader, hanya redaksional saja yang diperhalus. Namun, subtansinya tetap sama," ujar Almanzo dalam keterangan tertulisnya kepada Republika.co.id, Kamis (12/10).

Almanzo mengatakan, revitalisasi atau pemecatan itu tak lain hanya untuk mengamankan kepentingan pribadi Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Bukannya untuk menyelamatkan Partai Golkar menghilangkan citra buruk.

"Kami tidak melihat adanya urgensitas keputusan merevitalisasi pengurus dalam kaitannya untuk memulihkan citra partai sebagaimana yang diucapkan oleh elite DPP, di saat skandal KTP-el masih terus melilit ditubuh partai Golkar," katanya.

Almanzo hanya melihat, semangat yang merevitalisasi itu hanyalah memecat dan menggeser para kader yang dianggap kritis terhadap Setya Novanto. Padahal, ia mengatakan mereka adalah para kader potensial yang berpikir untuk kemajuan partai.

"Di satu sisi lainnya, kader yang sudah divonis korupsi masih dipertahankan," ucapnya.

Ia menjelaskan, persoalan hancurnya citra partai Golkar akibat skandal korupsi KTP-el tidak bisa dengan mudah diselesaikan begitu saja melalui revitalisasi struktural.

"Tentunya (hal itu) sudah membentukpersfektif publik, Partai Golkar adalah partai bermasalah, tidak bersih serta sarat dengan korupsi. Hal ini sangat merugikan dan menurunkan elektabilitas partai," kata Almanzo.

Dengan begitu, jelas Almanzo, bagi pihaknya, yang justru menjadi urgensitas adalah merevitalisasi kepemimpinan baru partai Golkar yang bersih. Bisa dengan cara pergantian Ketum partai melalui proses Munas. Menurutnya, revitalisasi kepemimpinan baru merupkan kesempatan dan jalan terbaik bagi oartai Golkar untuk membenahi kembali kondisi partai yang terpuruk akibat faktor korupsi.

"Sehingga, ada kepercayaan diri bagi kader-kader partai Golkar untuk dapat berkiprah di pentas politik nasional maupun lokal jelang kontestasi demokrasi. Sehingga mereka tak terbebani beban politik yang menyandera," jelasnya.

Almanzo menambahkan, jika revitalisasi pengurus dilakukan dengan tujuan hanya untuk mendukung Setya Novanto pada posisi Ketum, maka partai Golkar akan mendapatkan penolakan penuh dari masyarakat luas. Dan tentunya, lanjut dia, membawa partai ke dalam jurang.