Kamis , 12 October 2017, 21:30 WIB

Ahmad Doli: Revitalisasi Matikan Kaderisasi Golkar

Rep: Amri Amrullah/ Red: Bayu Hermawan
Republika/Prayogi
Ahmad Doli Kurnia
Ahmad Doli Kurnia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan kader Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengkritik masuknya dua jenderal dalam jajaran kepengurusan partai berlambang pohon beringin itu. Menurutnya, revitalisasi kepengurusan yang dilakukan Setya Novanto dan Idrus Marham tidak memiliki dasar dan alasan yang kuat.

Doli menilai, revitalisasi itu hanya didasari oleh rasa suka tidak suka, sangat personal dan tendensius yang mengarah kepada pembunuhan daya kritis dan semangat pembaharuan di partai.

"Bermigrasinya para Jenderal menguatkan bahwa Golkar di bawah Setya Novanto tak taat azas serta mengabaikan bahkan mengingkari sistem kaderisasi partai," ujarnya, Kamis (12/10).

Doli mempertanyakan, mengapa orang yang baru begabung langsung berada di pucuk pimpinan partai. "Sehingga dalam konteks penguatan Golkar, sesungguhnya yang dilakukan Setya Novanto bukanlah revitalisasi, tapi justeru devitalisasi (mematikan)," ujar Doli.

Anehnya kader kritis dan vokal Golkar justru dikorbankan. Yorrys juga menjadi korban beberapa orang yang "pura-pura" serius untuk melakukan perubahan. Pembentukan tim kajian dan rekomendasinya telah menjebak Yorrys dari main-mainnya pengurus yang lain, yang seakan pro perubahan, tetapi pragmatis, gampang berubah seiring arah angin.

 Begitu gugatan pra peradilan diterima Hakim Cepi Iskandar, mereka langsung loncat berebut berada kembali di belakang Setya Novanto. Sementara orang-orang yang seharusnya diganti, masih tetap saja dipertahankan. "Jadi revitalisasi itu "berstandar ganda" dan tak ada visi," tegasnya.