Jumat , 13 Oktober 2017, 10:24 WIB

Pengamat: Setnov Lupa Elektabilitas Partai Ditentukan Citra

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Andri Saubani
Republika/ Wihdan Hidayat
Setnov Kembali Pimpin Rapat Pleno. Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (tengah) bersama Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid (kiri) dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham sebelum memimpin Rapat Pengurus Pleno DPP Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (11/10).
Setnov Kembali Pimpin Rapat Pleno. Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (tengah) bersama Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid (kiri) dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham sebelum memimpin Rapat Pengurus Pleno DPP Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (11/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun berpendapat Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto lebih mengutamakan soliditas internal partainya. Dengan harapan, akan memberikan dampak positif bagi elektabilitas partai berlambang pohon beringin itu.

"Tapi Setya Novanto lupa bahwa elektabilitas ditentukan oleh seberapa bagus citra partai di hadapan publik," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (13/10).

Ketika citra partai di hadapan publik tidak diperbaiki, maka, menurut Ubedilah, elektabilitas Partai Golkar akan tetap menurun. Publik pun sukar melupakan Novanto sebagai bagian penting dari pusaran kasus proyek pengadaan KTP-elektronik (KTP-el).

Apalagi, tidak sedikit kader Partai Golkar lain yang telah tersangkut kasus dugaan korupsi sehingga harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi. "Jadi itu problemnya saya kira, ketika mengutamakan soliditas pengurus dibanding memperhatikan elektabilitas," ujar dia.

Lagi pula, menurut Ubedilah, soliditas yang dibangun Novanto pun bertujuan mempertahankan kursinya sebagai ketua partai. Soliditas di antara pengurus akan makin memperkokoh dukungan internal Golkar terhadap Novanto. "Dengan demikian dia akan melenggang hingga akhir kepengurusannya," ucap dia.

Berita Terkait