Jumat , 13 October 2017, 10:55 WIB

Jokowi Dinilai Butuh Wakil yang Miliki Tiga Kriteria Ini

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Andri Saubani
Republika/Dessy Suciati Saputri
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan bantuan kepada para pengungsi erupsi Gunung Agung di Desa Ulakan, Karangasem, Bali.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan bantuan kepada para pengungsi erupsi Gunung Agung di Desa Ulakan, Karangasem, Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski Pemilihan Presiden (pilpres) masih menyisakan satu tahun lagi, berbagai lembaga survei mulai mencari sosok yang tepat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk maju pada Pilpres 2019. Sejumlah nama santer dibicarakan seperti Basuki (Ahok), Gatot Nurmantyo, Sri Mulyani, hingga Ridwan Kamil.

Pengamat politik Dodi Ambardi mengatakan, terdapat minimal tiga kriteria yang harus dimiliki calon wakil presiden yang nantinya akan diduetkan mendampingi Jokowi. Kriteria tersebut harus memiliki profesionalitas, bisa bekerja sama, dan memiliki suara muslim. "Ini yang harus bisa dicari. Memang ada beberapa nama yang cocok mendampingi, tapi belum semua memiliki kriteria tersebut," kata Dodi, Jumat (13/10).

Peneliti lembaga Indikator Politik ini menyebut bahwa dari hasil survei yang dilakukan terdapat sejumlah nama yang memang dianggap cocok. Nama-nama ini diantaranya adalah Gatot Nurmantyo dan Sri Mulyani.

Gatot yang saat ini menjabat sebagai Panglima TNI memiliki peran sentral dalam sejumlah kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan keagamaan. Sosoknya yang mulai dipantau publik dianggap bisa mewakili suara umat muslim. Meski demikian, Dodi menilai bahwa Gatot belum tentu bisa bekerja sama dengan Jokowi jika keduanya duduk sebagai presiden dan wakil presiden.

Untuk Sri Mulyani, yang dianggap memiliki kapabilitas sebagai seorang profesional, Dodi melihat bahwa kemungkinannya lebih kecil. Sri Mulyani memang punya pemikiran yang bagus dan sempat dipercaya di salah satu lembaga internasional.

Namun, Menteri Keuangan ini belum memiliki massa yang lebih banyak dibandingkan Gatot. Dia hanya punya nama dikalangan profesional lain, dan orang-orang intelek serta terpelajar. Sedangkan untuk masyarakat muslim yang menjadi mayoritas, namanya belum terlalu dikenal luas.

"Ini tinggal bagaimana Jokowi memperhitungkan dan melihat kriteria apa yang cocok untuk dia ambil," ujar Dodi.

Nama lain seperti Ridwan Kamil sangatlah kecil hitungannya. Emil, sapaan akrabnya, hanya memiliki suara di daerah. Nama dia belum sebesar Gatot atau Sri Mulyani yang berada di tingkat nasional.

Berita Terkait