Jumat , 13 October 2017, 11:09 WIB

Panglima TNI Dinilai Cocok Jadi Cawapres Jokowi, Tetapi...

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Andri Saubani
Republika/Wihdan Hidayat
 Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Gatot Nurmantyo menjawab pertanyaan wartawan terkait isu penggantian Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/9).
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Gatot Nurmantyo menjawab pertanyaan wartawan terkait isu penggantian Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Indikator Politik, Dodi Ambardi mengatakan, terdapat minimal tiga kriteria yang harus dimiliki calon wakil presiden yang nantinya akan diduetkan mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Kriteria tersebut harus memiliki profesionalitas, bisa bekerja sama, dan memiliki suara muslim. "Ini yang harus bisa dicari. Memang ada beberapa nama yang cocok mendamingi, tapi belum semua memiliki kriteria tersebut," kata Dodi, Jumat (13/10).

Dodi menyebut, bahwa dari hasil survei yang dilakukan lembaganya, terdapat sejumlah nama yang memang dianggap cocok. Nama-nama ini diantaranya adalah Gatot Nurmantyo. Gatot yang saat ini menjabat sebagai Panglima TNI memiliki peran sentral dalam sejumlah kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan keagamaan. Sosoknya yang mulai dipantau publik dianggap bisa mewakili suara umat muslim.

Sejumlah keterangan maupun perilaku yang dilakukan Gatot mulai menarik simpati masyarakat muslim Indonesia untuk menjadikannya seorang pemimpin negara. Maka, tidak salah jika Gatot disebut menjadi salah satu sosok yang tepat mendampingi Jokowi.

Terlebih terdapat beberapa kalangan muslim yang mulai tidak suka cara kepemimpinan Jokowi sekarang. Hal ini juga dikarenakan persoalan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Ormas yang dianggap mengekang kebebasan ormas Islam. "Kelompok muslim saat ini merasa belum terwakili. Dan Gatot bisa masuk di situ," ujar Dodi.

Meski demikian, Dodi menilai bahwa Gatot belum tentu bisa bekerja sama dengan Jokowi jika keduanya duduk sebagai presiden dan wakil presiden. Sejumlah pernyataan Jokowi yang sempat menyinggung kinerja TNI maupun Polri, memperlihatkan adanya intrik antara Jokowi dan Gatot.

Di sisi lain, potensi Gatot untuk memobilisasi massa juga belum bisa terukur. Terlebih ketika masuk masa pendaftaran Pilpres 2019, Gatot sudah pensiun dari dunia militer. Hal ini sedikit mempersulit Gatot dalam mengerahkan masa guna menunjang eleltabilitas Jokowi sebagai calon presiden.