Jumat , 13 October 2017, 14:30 WIB

Gatot dan Sri Mulyani Punya Peluang Jadi Cawapres Jokowi

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Andri Saubani
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani digadang-dagang bisa mendampingi Joko Widodo (Jokowi) untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Lantas apa alasan keduanya dianggap cocok? Peneliti dari Indikator Rizka Halida menuturkan, dari simulasi yang dilakukan dengan memasukan nama Gatot dan Sri Mulyani, kedunya memiliki daya tarik bagi publik. Sebab, keduanya saat ini sedang berada di panggung nasional sebagai rekan kerja Jokowi.

"Nama Gatot mulai muncul sejak September. Dan publik sekarang semakin aware sadar denganya," kata Rizka, Jumat (13/10).

Gatot secara kumulatif menang untuk mayoritas masyarakat muslim, dan masyarakat yang menilai bahwa isu Partai Komunis Indonesia (PKI) sudah reda. Dengan acuan ini, Jokowi akan mendapat tambahan suara cukup besar, karena masyarakat muslim di Indonesia merupakan mayoritas.

Selain itu, masih banyak masyarakat yang menilai bahwa pemimpin yang berlatar belakang militer memiliki tekad memperbaiki bangsa. Hal ini juga bisa menjadi pilihan lain bagi Jokowi dan partai pendukung menggaet Gatot dalam Pilpres 2019.

Meski demikian, dengan upaya Gatot memobilisasi massa meyaksikan film G30-SPKI bukan berarti seluruh masyarakat senang. Isu HAM dan kekerasan yang dilakukan oleh TNI pascakejadian itu kemungkinan membuat sejumlah masyarakat tidak menyukai dia.

"Karena banyak pula yang masih trauma dengan kepemiminan militer di pemerintahan," ujar Rizka.

Sementara untuk Sri Mulyani, sosok ini sudah tidak diragukan lagi kapabilitasnya. Sempat menjabat sebagai menteri di pemerintahan sebelumnya era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sri Mulyani berhasil dikenal sebagai orang intelek di kalangan profesional. Kerap memberikan seminar di berbagai acara baik mahasiswa dan kalangan tinggi lain, membuat namanya kian melambungm

Sayang sejauh ini dari pantauan Indikator, gerbong Sri Mulyani untuk naik menjadi calon wakil presiden belum banyak. Elektabilitasnya dianggap masih kalah dibandingkan dengan Gatot Nurmantyo.

"Sebagai pendidik, teknokrat, dia memang baik. Tapi kita belum tahu seberapa besar dia bisa menyumbangkan suara untuk Jokowi," kata Rizka.

Dia menambahkan, memang masih ada sejumlah nama lain yang bisa mendampingi Jokowi untuk mencalonkan diri kembali. Namun, Jokowi harus benar-benar menimbang orang yang cocok agar bisa diajak bekerja sama dan juga menaikan jumlah suara ketika pemilihan berlangsung.


Berita Terkait