Selasa , 17 Oktober 2017, 12:25 WIB

Luhut: Enggak Ada Pribumi dan Nonpribumi

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Bilal Ramadhan
Antara/Sigid Kurniawan
Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan
Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menilai setelah dilantiknya Anies Sandi menjadi Gubernur DKI yang sah maka tidak boleh lagi ada dikotomi. Luhut menilai, Anies dan Sandi harus bisa menjadi pemimpin yang bisa merangkul semua pihak tanpa harus mendikotomikan siapa yang pribumi siapa yang tidak.

"Mudah mudahan bisa menjadi gubernur yang baik. Jangan ada dikotomi. Enggak ada lah itu pribumi dan nonpribumi. Harusnya bisa merangkul semuanya," ujar Luhut di Kantornya, Selasa (17/10).

Luhut menilai perkataan Anies soal Pribumi dan Non Pribumi baiknya tak lagi dilontarkan. Sebab, bagaimanapun yang memilih Anies hingga bisa menduduki kursi DKI 1 tersebut dari berbagai kalangan dan ras.

Tak elok rasanya menurut Luhut jika sampai ada kata kata Pribumi dan Non Pribumi terlontar dari mulut Gubernur baru tersebut. "Karena yang milih kan juga banyak dan dari berbagai kalangan," ujar Luhut.

Sebelumnya, Gubernur baru DKI, Anies Baswedan dalam pidatonya mengatakan, sudah saatnya Pribumi memimpin. Ia malah sempat menilai, selama ini Pribumi kerap dikucilkan dan dikalahkan. Anies mengatakan, kemenangannya menunjukkan bahwa pribumi saat ini bisa merdeka dan menjadi tuan rumah.

"Jakarta ini satu dari sedikit kota di Indonesia yang merasakan kolonialisme dari dekat. Penjajahan di depan mata itu di Jakarta, selama ratusan tahun, di tempat lain penjajahan terasa jauh tapi di Jakarta, bagi orang Jakarta kolonialisme di depan mata dirasakan sehari-hari," katanya pada Pidato pelantikannya, kemarin.