Kamis , 19 October 2017, 18:01 WIB

Jokowi Minta Bimbingan Para Veteran dalam Memimpin Bangsa

Red: Bayu Hermawan
R. Rekotomo/ Antara Foto
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa dirinya selalu menunggu nasihat, saran, dan bimbingan dari para veteran dalam memimpin bangsa dan negara. Ia berharap Legiun Veteran Repubrik Indonesia (LVRI) bisa ikut memperkuat karakter bangsa.

"Saya senantiasa mengharapkan dan menunggu nasihat, saran-saran, bimbingan, masukan dari bapak ibu sekalian," kata Presiden Jokowi ketika menutup Kongres XI Legiun Veteran RI di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis.

Ia berharap LVRI terus bersama pemerintah memperkuat karakter bangsa, memperkuat karakter mental bangsa, membangun jiwa patriotik, dan meningkatkan bela negara dan semangat juang.

"Sekali lagi kehadiran veteran sangat diperlukan untuk memberikan dorongan moral untuk generasi penerus, mewariskan nilai-nilai kejuangan, semangat juang dan upaya internalisasi jiwa semangat nilai juang 45," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi atas nama rakyat dan Pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih atas perjuangan para veteran untuk negara bangsa Indonesia. "Penghargaan pemerintah sangatlah kecil, tidak sebanding dengan kontribusi yang bapak ibu berikan kepada negara ini," katanya.

Menurutnya, perjuangan para veteran para pejuang bangsa selalu ada dalam jiwa dan pikirannya. "Perjuangan para veteran bangsa sungguh menjadikan sumber semangat kerja keras dalam kita semuanya majukan bangsa dan negara kita Indonesia," katanya.

Presiden kembali menyampaikan terima kasih atas jasa besar para veteran pejuang kemerdekaan, pembela kemerdekaan dan penjaga kemerdekaan Indonesia dalam membangun pondasi kokoh NKRI, dalam mempertahankan dan memperkuat ideologi bangsa Pancasila.

"Perjuangan para veteran selalu lekat di dalam hati saya sebagai generasi penerus. Saya bersama seluruh bangsa Indonesia berkomitmen dan bekerja keras untuk terus mempertahankan, memperkokoh NKRI kita cintai bersama," katanya.

Ia menyebutkan semua pihak terus bekerja keras mengamalkan Pancasila sebagai idiologi bangsa dan terus melanjutkan perjuangan veteran untuk menjadikan Indonesia negara besar, kuat dan disegani oleh negara-negara lain.

"Perjuangan yang menjadi tanggung jawab kami ini memang sangat berat. Kompetisi antarnegara semakin sengit, oleh karena itu daya saing negara kita harus semakin kuat," katanya.

Ia menyebutkan perkembangan teknologi yang sangat cepat sering mengagetkan kira semuanya. Misal teknologi informasi yang telah mengubah lanscape politik global dan lanscape ekonomi glonal termasuk juga berubah beberapa lanscape politik dan ekonomi di negara lain termasuk di Indonesia.

"Oleh karena itu kita harus kokoh, harus fokus memperkuat diri. Kita harus mampu memenangkan kompetisi global yang telah merasuk masuk ke negeri kita," katanya.

Menurut Presiden Jokowi , tidak ada kata lain semua elemen harus bersatu padu menjaga persatuan, stabilitas pilitik, stabilitas ekonomi, mengembangkan mutu dan profesionalisme SDM.

"Kita harus mengawal generasi penerus kita, mengisi dengan nilai-nilai perjuangan bagi kemajuan bangsa ini," katanya.

Menurut Presiden Jokowi, menjaga kesatuan dan persatuan wilayah yang terdiri dari 17.000 pulau, 714 suku bukanlah pekerjaan mudah tapi telah teruji oleh sejarah dan terbukti bahwa NKRI mampu bertahan dengan Pancasila.

"Saya yakin kita mampu memperkokoh NKRI dan Pancasila kita. Kuncinya dengan meningkatkan semangat kebangsaan, jiwa patriotisme, semangat bela negara, semangat kejuangan yang telah diwariskan oleh para veteran," kata Presiden Jokowi.

Sumber : Antara