Kamis , 19 Oktober 2017, 21:53 WIB

Wiranto: Dokumen AS tak Jadi Acuan Selesaikan Peristiwa 65

Red: Bayu Hermawan
EPA/Bagus Indahono
Menkopolhukam Wiranto
Menkopolhukam Wiranto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menilai, dokumen yang dikeluarkan Kedubes Amerika Serikat (AS), terkait peristiwa 1965 tidak bisa dijadikan acuan untuk menyelidiki kasus tersebut. Wiranto menegaskan, pemerintah berkomitmen menuntaskan kasus dugaan pelanggaran HAM masa lalu.

"Dokumen dari Amerika Serikat (AS), dari mana-mana, tidak serta merta dokumen-dokumen itu jadi bagian penyelidikan, tentu perlu suatu upaya untuk meyakini," kata Wiranto di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta Pusat, Kamis (19/10).

Menurutnya, pemerintah berkomitmen untuk menuntaskan kasus tersebut. Namun, hingga kini berkas-berkas penyelidikan terkait kasus dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat seputar peristiwa 1965, masih "bolak-balik" antara Kejaksaan dengan Komnas HAM karena sulitnya menyusun pembuktikan untuk pengadilan.

"Para aparat penegak hukum, apakah itu Komnas HAM, Kepolisian dan Kejaksaan, untuk menemukan bukti dan saksi itu sangat sulit, begitu lamanya, maka sudah sangat bias," katanya.

Namun demikian, Wiranto mengatakan bukan berarti pemerintah menyerah begitu saja. Ia mengungkapkan, di Polhukam sudah berkali-kali melakukan rapat kordinasi, bagaimana menyelesaikan itu, termasuk dengan Komnas HAM.

Di tempat yang sama, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menambahkan, pihaknya akan membicarakan soal dokumen itu kepada Menhan AS. "Yang pasti saya tanyakan. Kita perlu cek kebenarannya terkait dokumen tersebut," ucapnya. 

 

Sumber : Antara