Jumat , 20 October 2017, 13:49 WIB

Jokowi Targetkan 2022 Tanah di NTB Sudah Bersertifikat

Red: Bilal Ramadhan
EPA/David Moir
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

REPUBLIKA.CO.ID, MANDALIKA -- Presiden menargetkan pada 2022 seluruh tanah di Nusa Tenggara Barat sudah bersertifikat. Harusnya di NTB ada 1,6 juta sertifikat tapi yang dipegang baru 807 ribu, baru separuhnya.

"Tadi disampaikan tahun 2022 Insya Allah seluruh masyrakat NTB sudah pegang sertifikat, demen (senang)?" kata Presiden Jokowi di lapangan Masjid Nurul Bilad, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (20/10).

Presiden hadir untuk menyerahkan 5.750 sertifikat kepada masyarakat se-Provinsi NTB yang berasal dari Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Utara.

Namun penduduk yang hadir dalam acara tersebut hanya sekitar 2.700 orang. Jumlah bidang tanah di NTB diperkirakan 1,66 juta bidang namun yang terdaftar baru 52 peren yaitu 862.443 bidang. "Tahun ini akan dikeluarkan 5 juta sertifikat tanah, biasanya hanya 400 ribu per tahun, tahun depan saya targetkan 7 juta seritifkat, tahun depannya lagi 9 juta," tambah Presiden.

Menurut Presiden, dengan mendapatkan sertifikat, maka penduduk akan terhindar dari konflik tanah karena saling klaim kepemilikan. "Tahun ini kalau tidak bisa (mengeluarkan) 5 juta sertifikat awas! Tahun depan kalau tidak bisa 7 juta awas, diganti Pak Menteri kalau tidak bisa (memenuhi target), tapi Pak menteri gantian perintah ke Pak Kanwil kalau tidak bisa memenuhi target tak ganti, awas. Lama-lama jadi cepat," ungkap Presiden.

Presiden juga berharap agar sertifikat yang sudah dimiliki dirawat dengan cara diberikan plastik dan difotokopi. Selanjutnya bila ingin dijadikan jaminan untuk pinjaman di bank digunakan secara bijak.

"Saya juga senang sekali Pak Gubernur menyampaikan ada kenaikan produksi padi, ada lompatan produksi jagung. Dua tahun lalu saya pergi ke Dompu, keluhan masyarakat saat itu harga jagung rugi rendah sehingga petani rugi, lalu saya buat HPP (Harga Pokok Penjualan) Rp 2.700, tadi malam Pak Gub mengatakan harga jagung Rp 3.500-3.600 Alhamdulilah lebih itnggi dari HPP yang kita buat, kalau seperti itu petani untung dan tidak usah disuruh tanam tapi sudah balapan," papar Presiden.

Selain membagikan sertifikat tanah, Presiden juga meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Mandalika serta Masjid Nurul Bilad yang ada dalam KEK Mandalika tersebut.

Sumber : Antara