Senin , 23 Oktober 2017, 00:05 WIB

PKS Ajak Umat dan Kader Terus Cintai Ulama

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Elba Damhuri
Republika/Prayogi
 Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwani (kiri) dan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid hadir pada acara Tasyakuran 74 Tahun Hijriyah Proklamasi kemerdekaan Indonesia 9 Ramadhan 1364 H di Kantor DPP PKS, Jakarta, Ahad (4/6).
Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwani (kiri) dan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid hadir pada acara Tasyakuran 74 Tahun Hijriyah Proklamasi kemerdekaan Indonesia 9 Ramadhan 1364 H di Kantor DPP PKS, Jakarta, Ahad (4/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini berharap kepada generasi muda, termasuk kader dan simpatisan PKS, untuk mencintai ulama dengan menghidupkan karya-karya klasik mereka. Diketahui pada 22 Oktober merupakan Hari Santri yang sudah ditetapkan sebagai Hari Nasional.

"Hendaknya dijadikan momentum untuk kebangkitan umat di Indonesia," kata Jazuli, Ahad (22/10).

Bertepatan dengan Hari Santri Nasional, Fraksi PKS DPR RI juga menyelenggarakan puncak Milad Fraksi PKS DPR RI dengan kegiatan Final Lomba Baca Kitab Kuning Tingkat Nasional ke-2 yang dipusatkan di Gedung Markas Dakwah DPP PKS, Jalan Simatupang, Jakarta Selatan. Ini adalah kali kedua diselenggarakan oleh Fraksi PKS.

Jazuli menegaskan sejak Indonesia merdeka satu-satunya Fraksi di DPR yang menyelenggarakan lomba baca kitab kuning hanya Fraksi PKS. "Ini menunjukkan kesungguhan dan kecintaan PKS terhadap ulama dan tradisi intelektual Islam yang diajarkan di pesantren-pesantren. Lebih dari itu, lomba ini adalah sarana mengokohkan aqidah ahlus sunnah wal
jamaah," tegas Jazuli.

Lebih lanjut, Anggota Komisi I DPR itu mengatakan tujuan dari lomba tersebut pertama adalah menumbuhkan kecintaan kepada ulama, kyai, habaib karena mereka berjasa dalam menerangi jalan umat untuk memahami ajaran Islam. Inilah peran ulama sebagai warosatul ambiya atau pewaris para nabi.

Kedua, untuk mendorong generasi muda Indonesia agar cinta dan mempelajari bahasa Arab karena bahasa Arab adalah bahasa Alquran dan bahasa khasanah keilmuwan atau intelektual Islam yang orisinal.

Ketiga, lomba ini wujud nyata, PKS sejak didirikan beraqidah ahlus sunah wal jamaah dan tidak berubah sampai kapanpun bahkan semakin mengokohkannya dalam kehidupan umat Islam di Indonesia.