Senin , 23 Oktober 2017, 15:37 WIB

Menhan AS Minta Maaf ke Menhan RI

Rep: Santi Sopia/ Red: Andi Nur Aminah
Dok. Puskom Kemhan
Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis, Senin (23/10) di Clark, Filipina menyampaikan permohonan maaf kepada Menhan RI Ryamizard Ryacudu atas insiden sempat ditolaknya Panglima TNI Jenderak Gatot Nurmantyo di AS
Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis, Senin (23/10) di Clark, Filipina menyampaikan permohonan maaf kepada Menhan RI Ryamizard Ryacudu atas insiden sempat ditolaknya Panglima TNI Jenderak Gatot Nurmantyo di AS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) James Mattis telah menyampaikan permohonan maaf kepada Menhan RI Ryamizard Ryacudu atas insiden ditolaknya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di AS. Hal itu dikonfirmasi Kepala Pusat Komunikasi (Puskom) Publik Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI Brigjen TNI Totok Sugiharto.

Menurut Totok, permintaan maaf tersebut disampaikan secara khusus kepada Menhan RI. "Disampaikan sebelum Menhan AS bertemu Menhan ASEAN yang saat ini sedang melakukan pertemuan tahunan 2017 di Clark, Filipina siang ini," kata Totok, Senin (23/10).

Menhan AS, Totok mengatakan, meminta maaf atas insiden ditolaknya Panglima untuk memenuhi undangan Kepala Staf Gabungan Militer AS. Sampai saat ini Totok belum mengonfirmasi secara pasti alasan terjadinya insiden penolakan Panglima TNI di AS.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak memasuki wilayah AS oleh pihak Bea Cukai Amerika Serikat (AS). Pemberitahuan penolakan itu disampaikan maskapai penerbangan Emirates sesaat sebelum Panglima akan berangkat.

Sedianya, Gatot akan menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) yang akan dilaksanakan 23 sampai 24 Oktober 2017 di Washington DC. Gatot diundang secara resmi mewakili pemerintah Indonesia.