Ahad , 29 October 2017, 09:17 WIB

Tentara Pembebasan Papua akan Tingkatkan Serangan Bersenjata

Rep: fitriyan zamzami/ Red: Joko Sadewo
istimewa
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sepakat akan meningkatkan serangan bersenjata terhadap TNI dan Polisi di Papua Barat.

Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom yang menghubungi Republika.co.id menggunakan nomor telepon berkode negara Vanuatu, mengatakan serangan-serangan yang frekuensinya meningkat belakangan adalah kesepakatan yang telah diambil para petinggi TPNPB awal tahun ini di Biak Numfor, Papua.'

"Serangan-serangan itu akan ditingkatkan hingga mencapai titik puncak pada 2018 nanti,” kata Sebby Sabtu (28/10). 

Sebby mengklaim, ia baru berbicara dengan para pimpinan wilayah TPNPB pada Sabtu (28/10) yang menyatakan akan menerjunkan pasukan tambahan. "Kodap (Komando Daerah Pertahanan) Lany Jaya, Kodap Nduga, Kodap Mappi, Kodap Puncak Jaya, dan daerah lainnya sudah menuju ke Tembagapura," ujarnya. 

Ia juga menyatakan keprihatinannya atas gugurnya para prajurit muda dari NKRI.  "Kasihan mereka itu, masih muda sudah dikirim ke sini," ujar dia. Ia berdalih, pasukan TPNPB hanya menjalankan tugas mereka dalam perjuangan kemerdekaan Papua Barat.