Jumat , 03 November 2017, 09:47 WIB

Jokowi-Prabowo Masih Teratas

Rep: Kabul Astuti/ Red: Elba Damhuri
Halimatus Sa'diyah
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto berbincang di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/11)
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto berbincang di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/11)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih menduduki dua teratas elektabilitas sebagai calon presiden. Namun, elektabilitas keduanya di bawah 50 persen.

Fakta tersebut berdasarkan hasil survei elektabilitas dari lima lembaga terkait tiga tahun pemerintahan Jokowi. Hasil survei tersebut dirilis pada Oktober dan November 2017 ini.

Lembaga survei terakhir yang melakukan survei elektabilitas adalah Populi Center. Hasil survei lembaga ini menunjukkan jika pemilihan presiden dilakukan hari ini, elektabilitas Jokowi 49,4 persen dan Prabowo 21,7 persen. Panglima TNI Gatot Nurmanyo berada di posisi ketiga, dengan elektabilitas dua persen.

"Basis pemilih Jokowi baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa hampir sama angkanya. Sementara, basis pemilih Prabowo lebih banyak berasal dari luar Pulau Jawa," kata Direktur Populi Center Usep S Ahyar, di kantor Populi Center, Jakarta Barat, Kamis (2/11).

Sejumlah politikus lain yang bertengger di posisi sepuluh besar antara lain bos MNC Group Harry Tanoe 0,7 persen, Gubernur DKI Anies Baswedan 0,7 persen, SBY 0,6 persen, Megawati Seokarnoputri 0,4 persen, Jusuf Kalla 0,4 persen, dan seterusnya. Survei ini dilakukan di 34 provinsi pada 19-26 Oktober. Besaran sampel adalah 1.200 responden, dipilih secara acak bertingkat dengan margin eror 2,8 persen.

Usep mengungkapkan, elektabilitas Jokowi ini seiring dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kebijakan pembangunan Indonesia-sentris. Pembangunan yang tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tapi juga seluruh Indonesia mulai menunjukkan dampak yang terasa di tengah masyarakat. Model pembangunan ini terlihat dari kebijakan pembangunan tol lintas Sumatra, rel kereta Sulawesi, dan trans-Papua.

Tidak hanya elektabilitas, survei Populi Center mencatat bahwa popularitas Jokowi juga paling tinggi di antara politisi-politisi lain. "Joko Widodo merupakan figur pemerintahan yang paling dikenal oleh responden dengan persentase sebesar 97,1 persen. Kemudian diikuti oleh Jusuf Kalla 94,3 persen, Megawati 88,5 persen, Prabowo Subianto 87,9 persen, serta Anies Baswedan 78,2 persen," ujar Usep.

Adapun popularitas Sri Mulyani berkisar 61,2 persen, Ridwan Kamil 55,1 persen, Setnov 53,8 persen, sedangkan Gatot Nurmantyo 52,8 persen.

Sama seperti Populi, hasil survei empat lembaga juga menunjukkan Jokowi dan Prabowo masih belum tertandingi oleh nama-nama lain. Keempat lembaga survei itu adalah SMRC, Polmark Indonesia, Indikator Politik, dan Median (Media Survei Nasional).

Meski dari seluruh survei tersebut nama Jokowi mengungguli Prabowo, DPP Partai Gerindra membantahnya. Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, elektabilitas Prabowo Subianto masih lebih tinggi dibandingkan Joko Widodo. Jika pemilihan presiden (pilpres) digelar hari ini, Andre yakin Prabowo Subianto akan melenggang sebagai pemenangnya.

"Faktanya seperti itu, jika pemilihan presiden digelar hari ini, insya Allah Prabowo Subianto yang menang," kata Andre.

(Tulisan diolah oleh M Hafil)