Kamis , 09 November 2017, 19:55 WIB

Pakar: Daniel akan Jadi Kartu Mati untuk Emil

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Joko Sadewo
Republika/Prayogi
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto diampingi Sekjen Golkar Idrus Marham meberikan surat rekomendasi kepada Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Politikus Golkar Daniel Mutaqien Syafiuddin pada acara penyerahan rekomendasi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (9/11).
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto diampingi Sekjen Golkar Idrus Marham meberikan surat rekomendasi kepada Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Politikus Golkar Daniel Mutaqien Syafiuddin pada acara penyerahan rekomendasi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (9/11).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemilihan Daniel Muttaqien sebagai cawagub Pilkada Jawa Barat untuk dipasangkan dengan Ridwan Kamil, dinilai tidak akan memberi nilai tambah. Daniel dianggap tidak punya keterpilihan yang signifikan untuk Ridwan Kamil.

"Enggak ngefek, enggak memberikan elektoral yang signifkan. Daniel ini kartu mati kalau menurut saya. Kartu mati buat Kang Emil," pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjajaran Bandung, Muradi, di Bandung, Kamis (9/11).

DPP Partai Golkar telah resmi mengusung Ridwan Kamil (Emil)-Daniel Muttaqien Syafiuddin pada Pemilu Jawa Barat 2018. Surat keputusan (SK) pengusungan telah diserahkan kepada Emil-Daniel di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (9/11).

Muradi menilai, jika Emil menjadikan Daniel sebagai calon wakil gubernur, maka akan menyulitkan Emil yang membutuhkan distribusi pemenangan khususnya di kawasan utara. Sebagai sosok muda, ia melihat Daniel belum pasti bisa meraup suara masyarakat di utara Jawa Barat. Karena, masih belum terkenal.

"Daniel beda dengan Gus Ipul di Jawa Timur, meskipun sama-sama disebut sosok muda," katanya.

Daniel pun, kata dia, merupakan politisi muda yang baru dan belum teruji. Terbukti, ia menerjunkan tim untuk mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas Daniel di kawasan utara Jawa Barat. Ternyata, masih belum banyak yang kenal Daniel bahkan namanya masih kalah denganSutrisno (Bupati Majalengka).

"Daniel hanya dikenal di Indramayu saja yang merupakan daerah asalnya. Di luar itu saya meragukan," katanya.

Selain itu, menurutnya Daniel pun tersandera oleh konflik internal di tubuh Golkar. Kasus yang membelit Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, serta adanya perpecahan di tubuh Golkar Jawa Barat pascabatalnya pengusungan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi calon gubernur, akan menjadi bumerang bagi pasangan Emil-Daniel.

Oleh karena itu, Muradi menyarankan agar Emil fokus pada penggodokan calon wakil gubernur dari partai pengusung di awal. Yakni, NasDem, PPP dan PKB.