Jumat , 10 November 2017, 11:10 WIB

Yahya: Ridwan Kamil Merasa Punya Chemistry dengan Golkar

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Bayu Hermawan
Republika/Prayogi
Ketua Pengarah HUT Partai Golkar ke 53 M Yahya Zaini saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan HUT Partai Golkar ke 53 di Jakarta, Rabu (18/10). Partai
Ketua Pengarah HUT Partai Golkar ke 53 M Yahya Zaini saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan HUT Partai Golkar ke 53 di Jakarta, Rabu (18/10). Partai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Ketua DPP Partai Golkar Yahya Zaini mengatakan partainya tidak khawatir dengan keinginan Ridwan Kamil menjadi kader Golkar. Apalagi, Yahya menegaskan, Emil, sapaan Ridwan Kamil, belum pernah berpartai.

Yahya mengatakan, Emil menjadi wali kota Bandung seperti saat ini memang atas dukungan Partai Gerindra dan PKS pada pPilkada yang lalu. Namun, lanjut Yahya, dukungan tersebut tidak menjadikan Emil sebagai kader.

"Dia kan enggak berpartai. Dulu pas maju di Pilkada Kota Bandung didukung oleh Partai Gerindra dan PKS tapi bukan menjadi kader atau anggota Parpol yang mendukungnya. Sekarang dia mengatakan ingin berlabuh ke Golkar. Tentu proses berikutnya yaitu bagaimana menjadi kader Golkar," kata dia kepada Republika.co.id, Jumat (10/11).
 
Yahya juga menambahkan, Emil tidak bisa disebut sebagai kutu loncat. Sebab, dia tidak berpartai, murni seorang birokrat, dan juga dosen di ITB.
 
"Dia enggak berpartai, dia kan PNS, dia kan dosen di ITB. Kemudian jadi wali kota. Jadi beliau ini birokrat atau pengusaha yang saya tahu," ujar dia.
 
Emil dalam sambutannya di agenda deklarasi dukungan Golkar untuk Pilgub Jabar 2018 Kamis (9/11) kemarin, menyampaikan keinginannya menjadi bagian dari keluarga Golkar.
 
"Di dalam sambutannya, Kang Emil itu memang merasa punya chemistry dengan Golkar, dan dia ingin berlabuh di golkar, 'tolong diterima saya sebagai bagian dari keluarga besar Partai Golkar'," ujar Yahya meniru perkataan Emil.