Jumat , 10 November 2017, 14:02 WIB

Jika Emil Jadi Kader, Golkar Yakin Arus Bawah tak Bergejolak

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Bayu Hermawan
Republika/Prayogi
 M Yahya Zaini
M Yahya Zaini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Golkar Yahya Zaini meyakini jika Wali Kota Bandung Ridwan Kamil nantinya menjadi kader Golkar, tidak akan menambah gejolak di kalangan akar rumput Golkar Jawa Barat, khususnya massa pendukung Dedi Mulyadi. Menurutnya, semua kader pasti bisa menerima putusan DPP, jika diberikan penjelasan yang baik.

"Saya yakin tidak akan terjadi gejolak. Mungkin dalam Pilkada nanti ada pilihan yang berbeda, tapi itu kan kita susah menebaknya. Itu kan pilihan masing-masing, tugas kita meyakinkan seluruh basis dan pendukung Golkar supaya sejalan," kata dia kepada Republika.co.id, Jumat (10/11).

Yahya melanjutkan, soal dukungan dari akar rumput kepada Dedi untuk maju ke Pilgub Jabar, akan diselesaikan dengan terus menyampaikan kepada mereka bahwa partai sudah menentukan pilihan terbaik.

"Tugas kita adalah menyampaikan ke akar rumput bahwa inilah pilihan partai yang terbaik untuk Pilkada Jabar, dan Dedi sendiri sudah menerima dengan legowo," katanya.

Massa Dedi yang bergejolak di Jawa Barat karena partai lebih memilih mengusung Ridwan Kamil, kata Yahya, tetap massanya Golkar. Dia juga yakin, semua kader Golkar di akar rumput akan tetap sejalan dengan partai. "Tugas kita, DPD 1 dan DPD 2 itu menjelaskan kenapa kita ambil Emil, pasti akan mengikuti garis partai," ucapnya.

Lagi pula menurut Yahya, di Golkar, biasanya sebelum diambil keputusan terjadi dinamika, karena Golkar adalah partai yang demokratis. Aspirasi, pandangan, dan pikiran itu memang beragam. Namun, semuanya akan tetap solid sampai ke tingkat akar rumput.

Bagi Yahya, kalaupun ada beberapa pihak yang merasa kecewa, maka itu hal yang biasa karena kekecewaan selalu ada di balik harapan. "Biasa itu mah, namanya juga punya harapan," tuturnya.

Dedi yang merupakan bupati Purwakarta saat ini, tutur Yahya, tetap kader terbaik Golkar. Partai sangat mengapresiasi Dedi karena sudah membawa Golkar berada dalam posisi terbaik di Jawa Barat. Dedi, tambah Yahya, sebetulnya juga sudah berkomitmen sejak awal kalau hasil survei terhadap dirinya tidak tinggi, maka dia akan menerima.

"Kerja-kerja dia juga luar biasa, tapi kita juga harus realistis," ucapnya.