Jumat , 10 November 2017, 15:06 WIB

Ini Pesan Setya Novanto di Peringatan Hari Pahlawan

Rep: Kabul Astuti/ Red: Bayu Hermawan
Republika/Fauziah Mursid
Ketua DPR Setya Novanto saat ditanyai wartawan usai menghadiri HUT Kosgoro 57 di Jalan Hansg Lekiu I Nomor 3 Kebayoran Baru, Jakarta pada Jumat (10/11).
Ketua DPR Setya Novanto saat ditanyai wartawan usai menghadiri HUT Kosgoro 57 di Jalan Hansg Lekiu I Nomor 3 Kebayoran Baru, Jakarta pada Jumat (10/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) mengatakan, peringatan Hari Pahlawan 10 November merupakan bentuk refleksi dan penghargaan atas jasa pengorbanan para pahlawan. Peringatan ini juga untuk membangun ingatan kolektif serta kesadaran sebagai satu bangsa dan satu negara.

Setnov berpesan, jangan sampai darah para pahlawan menjadi sia-sia karena bangsa ini tak bisa mengisi kemerdekaan dengan baik. Menurut dia, para pahlawan yang gugur telah berjuang sepenuh hati demi kelangsungan masa depan bangsa dan negara.

"Sebagai generasi penerus, sudah sepatutnya menyatukan kembali hati kita, mengendalikan ego pribadi dan golongan, serta mempererat rasa persaudaraan. Sehingga bisa menyukseskan agenda pembangunan nasional," ujarnya, Jumat (10/11).

Setnov juga mengingatkan pesan Bung Karno bahwa bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka. Jejak langkah para pahlawan sepatutnya menggugah agar senantiasa berdiri sejajar dengan negara lain di dunia.

Setnov berharap, khususnya kepada generasi muda, agar selalu percaya diri, tak pernah minder atau merasa rendah diri. Generasi ini telah diwariskan bangsa yang besar dengan wilayah yang luas sehingga sudah sepatutnya bangga dan membalas jasa para pahlawan dengan karya.

Ia melanjutkan, jumlah penduduk yang besar dengan wilayah luas yang telah diwariskan oleh generasi pendahulu, harus membuat bangsa ini menjadi bangsa terhormat yang ikut andil dalam percaturan politik internasional. Terutama dalam mewujudkan dunia tanpa penindasan, mewujudkan indahnya kedamaian.

Ketua Umum Partai Golkar ini mengaku jiwanya bergetar jika membayangkan pertempuran yang dihadapi oleh para pendahulu. "Sudah sepatutnya, kita yang masih hidup mempersembahkan setiap hela napas untuk berbakti kepada Ibu Pertiwi, ucap Novanto.