Senin , 20 November 2017, 06:51 WIB

Kader Golkar di Daerah Harap Setnov Bersikap Kooperatif

Red: Bilal Ramadhan
Republika/Ronggo Astungkoro
Tersangka kasus korupsi KTP-el Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Ahad (19/11). Setya menggunakan kursi roda dan rompi berwarna oranye saat menuju ke dalam gedung KPK.
Tersangka kasus korupsi KTP-el Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Ahad (19/11). Setya menggunakan kursi roda dan rompi berwarna oranye saat menuju ke dalam gedung KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Kader Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta mengharapkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi bersikap kooperatif.

"Kami mohon Pak Setnov (Setya Novanto) juga sadar (kasus hukumnya) akan kooperatif," kata kader Golkar DIY yang juga Koordinator Tri Karya Gandung Pardiman dalam konferensi pers di Gandung Pardiman Center Imogiri, Bantul, Ahad (19/11).

Gandung yang juga Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DIY ini mengatakan, Tri Karya merupakan gabungan tiga organisasi sayap Partai Golkar, yakni Soksi, Kosgoro, dan MKGR. Menurut Gandung, setelah Ketua Umum Partai Golkar Setnov ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi KTP-el oleh KPK, kader-kader partai Golkar terus berkomunikasi untuk menyikapi hal itu, karena diakui kasus itu ibarat 'badai' yang luar biasa.

"Dari teman-teman setelah kami bincang-bincang bagaimana KPK juga harus profesional, kemudian kalau memang itu ada kesalahan (terhadap Setya Novanto) ya silakan (diproses) sesuai hukum," kata Gandung.

Ia mengatakan, sedangkan kalau tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi seperti yang disangkakan KPK, segera dilepas. "Supaya jangan ada dusta di antara sesama alat kelangkapan negara ini. Dan kami juga mengimbau penasihat hukum Pak Setnov profesional betul dalam fungsi dan tugasnya," katanya.

Di sisi lain, Gandung berharap semua kader Partai Golkar di seluruh DPD tingkat provinsi fokus untuk menyelamatkan partai, dengan mengadakan Munaslub dan mendesak Novanto untuk turun dari jabatannya sebagai Ketua Umum.

"Teman-teman di daerah itu harus bergerak nyata, jangan sampai DPD tingkat I di seluruh Indonesia dininabobokkan seperti yang sudah-sudah. Pak Setnov harus legowo," katanya ketika ditanya apakah kader Golkar minta Setnov mundur.

Gandung mengatakan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar berada di tingkat paling bawah saat ini sehingga perlu ada perubahan dan tindakan nyata untuk menyelamatkan marwah partai.

"Ini penting dan saya pikir arus bawah dari para kader individual sudah menghendaki perubahan dan penyelamatan partai. Jadi saya sangat bangga dengan 21 DPD Partai Golkar yang setuju Munaslub segera diadakan," katanya.

Sumber : Antara

Berita Terkait