Sabtu , 25 November 2017, 08:32 WIB

Koalisi Tiga Partai Tinggalkan Gerindra di Pilgub Jabar

Rep: Arie Lukihardianti, Fauziah Mursid/ Red: Elba Damhuri
Republika/Arie Lukihardianti
Calon Gubernur Jabar, Deddy Mizwar (Demiz) mengunjungi Kantor DPW PKS Jabar di Jalan Soekarnohatta Kota Bandung, diterima oleh Ketua DPW PKS Jabar Ahmad Syaikhu, Jumat (27/10).
Calon Gubernur Jabar, Deddy Mizwar (Demiz) mengunjungi Kantor DPW PKS Jabar di Jalan Soekarnohatta Kota Bandung, diterima oleh Ketua DPW PKS Jabar Ahmad Syaikhu, Jumat (27/10).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG --- Sebanyak tiga partai resmi membuat surat pernyataan bersama mendukung bakal calon gubernur (bacagub) Deddy Mizwar (Demiz) dan Ahmad Syaikhu. Ketiga partai tersebut adalah PKS, Demokrat, dan PAN. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh pimpinan ketiga partai pada Kamis malam (23/11), yakni Pjs Ketua DPW PKS Jabar, Nur Supriyanto, Ketua DPD Partai Demokrat Irfan Suryanegara, dan Ketua DPW PAN Ahmad Najib Qadratullah.

"Alhamdulillah, proses pelengkapan dukungan formal untuk pasangan H Deddy Mizwar dan H Ahmad Syaikhu berhasil dituntaskan," ujar Ketua DPW PKS Jabar, Nur Supriyanto, kepada wartawan, Jumat (24/11).

Nur mengatakan, PKS dan Demokrat menyetujui pasangan Demiz-Syaikhu secara bulat. Sedangkan, PAN mendukung Deddy Mizwar sebagai bacagub dan menyerahkan sepenuhnya nama bakal calon wakilnya kepada Demiz untuk mendampinginya.

"Saya tanyakan langsung ke Bang Deddy Mizwar, apakah ada calon wagub selain Ahmad Syaikhu? Deddy Mizwar menegaskan tidak ada," kata Nur.

Menurut Nur, kesepakatan ketiga partai tersebut mencerminkan dukungan bulat kepada Demiz-Syaikhu. Nur pun bersyukur atas perkembangan yang terjadi menjelang Pilkada Jabar yang semakin dekat.

"Ini adalah hari bersejarah yang menentukan arah pembangunan Jawa Barat lima tahun ke depan," kata Nur seraya mengatakan Demiz-Syaikhu adalah pasangan pertama peserta Pilgub Jabar yang definitif, dengan total dukungan 28 kursi.

Menurutnya, ketiga partai tersebut terbuka bagi partai lain untuk bergabung sebagai koalisi di Pilkada Jabar 2018. Ia mengajak partai-partai lain bergabung dalam barisan yang melanjutkan keberhasilan pembangunan yang sudah ditorehkan pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar sebagai gubernur dan wakil gubernur Jabar 2013-2018.

Sementara, menurut Demiz, ia bersyukur akhirnya ada dukungan resmi telah dinyatakan oleh tiga partai secara bersamaan. Bahkan, dukungannya bulat untuk dirinya dan Ahmad Syaikhu.

"Alhamdulillah, akhirnya semua sepakat. Tapi, kalau Gerindra mau bergabung, kami masih terbuka," katanya.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi menegaskan, partainya menolak mendukung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat dalam Pilkada 2018. Hal ini karena pasangan tersebut bukan berasal dari Partai Gerindra.

"Saya menghormati keputusan itu (Deddy-Syaikhu), namun Gerindra tetap pada keputusan untuk menolak pasangan tersebut," ujar Mulyadi saat dihubungi pada Jumat (24/11).

Mulyadi melanjutkan, partainya tetap pada keputusan untuk mengikuti arahan Ketua Umum Prabowo Subianto. Bahwa kontestan pasangan calon yang didukung harus berasal kader Partai Gerindra. \"Gerindra Jabar tetap pada keputusan untuk menjalankan parameter sesuai arahan ketum bahwa kontestan harus kader Gerindra,\" ujar Mulyadi.

Semula Partai Gerindra Jawa Barat juga mendukung pasangan tersebut, tetapi belakangan mencabut dukungannya kepada Deddy Mizwar dan Syaikhu. Hal ini karena DPD Jabar menilai sosok Syaikhu tidak memiliki keyakinan untuk menang dalam sejumlah pernyataannya.

Sementara, Deddy Mizwar juga disebut tidak melanjutkan administrasi partai untuk menjadi kader Gerindra dan menandatangi fakta integritas sebagai syarat dukungan dari Gerindra. Bahkan, Deddy Mizwar justru memilih menjadi kader dari Partai Demokrat.

Namun, PKS masih yakin Gerindra akan bergabung. "PKS tidak putus dengan Gerindra. Insya Allah empat partai ini akan bersama Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu," ujar Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Menurut Mardani, langkah Gerindra belum menentukan calon di Pilgub Jawa Barat hanya soal teknis semata.

(Pengolah: Muhammad Hafil).

Berita Terkait