Kamis , 07 December 2017, 16:57 WIB

PKS Tegaskan Dukung Gus Ipul-Azwar Anas di Pilkada Jatim

Red: Bilal Ramadhan
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (ketiga kiri) bersama Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Abdullah Azwar Anas (ketiga kanan)
Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (ketiga kiri) bersama Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Abdullah Azwar Anas (ketiga kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan mendukung pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Abdullah Azwar Anas di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2018.

"PKS sudah tegas mendukung Gus Ipul di Pilkada Jatim, bukan calon lainnya," ujar Ketua Bidang Wilayah Dakwah Jatijaya DPP PKS Sigit Sosiantomo di Surabaya, Kamis (7/12).

Menurut dia, Gus Ipul dinilai sebagai kandidat yang potensial dan berkualitas sebagai seorang calon Gubernur setelah dua periode sebagai orang nomor dua. "Beliau sudah terbukti dan teruji selama hampir 10 tahun memimpin Jawa Timur bersama Pakde Karwo. Makanya PKS tetap memberikan rekomendasinya ke Gus Ipul yang sekarang maju bersama Abdullah Azwar Anas," ucapnya.

Karena itulah, kata dia, PKS sebagai partai pendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) pada dua Pilkada Jatim sebelumnya sudah memantapkan pilihannya dan beranggapan majunya Gus Ipul tidak jauh berbeda dengan KarSa karena sosok Gus Ipul.

"Jadi kami berkomitmen mendukung Gus Ipul dan sudah tidak ada perubahan, sudah oke, sudah resmi itu," kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI tersebut.

Sementara itu, disinggung terkait surat dukungan secara resmi, ia akan melakukan pengecekan kembali ke DPP PKS karena menurut sepengatahuan dirinya surat itu sudah disiapkan. Kendati demikian, Sigit mengatakan surat dukungan resmi PKS sangat gampang, karena seluruh pengurus sudah mantap dengan Gus Ipul-Anas.

"Sudah ada, kalau PKS sih yang penting orangnya setuju semua, surat gampang kan tidak repot-repot di PKS," katanya.

Tak itu saja, ia juga memastikan partainya tidak bergabung dengan poros baru seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu karena sampai saat ini belum tahu siapa yang akan diusung dari poros baru tersebut.

"Tidak ada poros baru dan kami tidak bergabung karena tidak jelas siapa yang mau didukung. Pakai yang lama saja sudah terbukti," ujarnya.

Sumber : Antara