Kamis , 07 Desember 2017, 19:54 WIB

Ini yang akan Bikin Elektabilitas Buwas dan Ferry Melejit

Red: Joko Sadewo
Republika/ Wihdan
Ferry J Juliantono.  (Republika/Wihdan)
Ferry J Juliantono. (Republika/Wihdan)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Jika saja Budi Waseso (Buwas) dan Ferry Juliantono bisa mendongkrak pengenalannya hingga 70% dalam satu atau dua bulan kedepan, keduanya potensial menembus angka elektabilitas 25 sampai 30%.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI, Toto Izul Fatah, terkait hasil survei mereka atas Pilkada Jawa Tengah (Jateng). "Jika pengenalannya tembus di angka 90%, bisa jadi elektabilitasnya sekitar 40% ke atas," kata Toto, dalam siaran persnya, Kamis (7/12). Tentu, jika tingkat kesukaannya sekitar 80%.

Hal ini, menurut Toto, berbeda dengan Ganjar Pranowo yang sudah aman dan nyaris berbanding lurus antara tingkat pengenalannya yang  95%. dengan kesukaannya yang 90%. Sehingga wajar jika elektabilitasnya sudah diatas 50% dalam berbagai simulasi.

Sebelumnya, Toto mengungkapkan bahwa Ganjar Pranowo masih memiliki elektabilitas yang paling tinggi di antara calon lain di Pilkada Jateng. Namun hingga kini belum ada kejelasan soal PDIP yang akan mengusung kembali Ganjar Pranowo. Jika Ganjar tidak jadi maju maka persaingan di Pilkada Jateng akan ketat.

Menurut Toto, ‘PR” besar buat kandidat selain Ganjar, selain mendongkrak pengenalan dan kesukaan, juga membangun image/citra personal sesuai dengan yang diinginkan mayoritas public Jateng. Yaitu, sikap dan keperibadian yang ramah, santun, jujur dan merakyat (90%), Bebas dari korupsi (93%) dan sanggup menyelesaikan masalah (90%).

"Jika image itu mampu dilengketkan dengan figure yang bertarung tadi, potensi kesukaannya diprediksi akan semakin naik dan tentu saja berefek electoral terhadap keterpilihan calon tersebut," ungkapnya.

“PR” besar tersebut, menurut Toto, sekali lagi akan lebih ringan, jika Ganjar benar-benar tak jadi maju atau tak jadi diusung PDIP. Dugaan ke arah sana, menurut Toto, belakangan terdengar mulai menguat karena berbagai pertimbangan.  Salah satunya, terkait isu kasus E-KTP yang ditangani KPK. Ganjar diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.