Kamis , 07 December 2017, 19:58 WIB

Disebut Cocok Jadi Cawapres Jokowi, Gatot: Kalau Ditanggapi Capek

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Bayu Hermawan
Republika/Ronggo Astungkoro
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo digendong prajurit Kopassus hingga ke gerbang Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12).
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo digendong prajurit Kopassus hingga ke gerbang Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan belum mau berpikir tentang kemungkinan dirinya terjun ke dunia politik, pascatak lagi menjabat sebagai Panglima TNI dan pesiun nanti. Bahkan, Jenderal Gatot juga enggan menanggapi opini yang mengatakan jika dirinya berpeluang menjadi Cawapres Joko Widodo di Pilpres 2019.

Terkait kabar dirinya cocok pasangkan dengan Joko Widodo, ia hanya membebaskan orang berpersepsi berdasarkan pemikirannya masing-masing. Menurutnya sah-sah saja orang mempunyai pemikiran demikian.

"Mau saya dibilang begitu atau jadi wakil sah-sah saja. Kalau saya tanggapi < i >kan< /i > capek," ucapnya, Kamis (7/12).

Gatot menganggap wajar jika banyak prajurit TNI yang dipercaya oleh masyarakat untuk terjun langsung dalam dunia politik. "Wajar jika kalian akan di tarik ke ranah politik," ujar Gatot.

Meski demikian, Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini menayampaikan kepada prajuritnya untuk dapat bersikap netral pada pelaksanaan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019. "Ingat TNI harus netral," tegas Gatot.

Menurut Gatot, sesuai arahan Presiden Joko Widodo TNI dan Polri hanya boleh melaksanakan politik negara, yang dedikasi sepenuhnya di perjuangkan untuk kepentingan rakyat.

"Perintah Presiden, TNI dan Polri politiknya adalah politik negara, semua di dedikasikan untuk NKRI dengan mengutamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan apapun," harap Gatot.