Sabtu, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Sabtu, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

TGB Dinilai Berpeluang di Pilpres Sebagai Representasi Islam

Rabu 03 Januari 2018 17:29 WIB

Red: Andri Saubani

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi  atau Tuan Guru Bajang (TGB) meninjau korban banjir bandang di Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, NTB, pada Selasa (21/11).

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) meninjau korban banjir bandang di Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, NTB, pada Selasa (21/11).

Foto: dok. Humas Pemprov NTB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Survei dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) memunculkan enam nama yang diprediksi bakal meramaikan Pemilu Presiden 2019. "Nama-nama seperti (Abraham) Samad, Gatot (Nurmantyo), Rizal Ramli, Tuan Guru Bajang, Tito Karnavian, dan Anies (Baswedan) kami prediksi memiliki peluang untuk meramaikan persaingan 2019, selain nama Jokowi dan Prabowo. Nama-nama ini sering muncul saat diskusi kelompok terfokus dan survei, " kata Hendri Satrio, pendiri Lembaga Survei Kedai Kopi di Jakarta, Rabu (3/1).

Nama Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yang saat ini menjabat sebagai gubernur NTB dianggap berpeluang maju ke level nasional sebagai representasi Islam. Hanya saja, kata Hendri, belum tentu Partai Demokrat mendorong TGB, lantaran saat ini Demokrat sibuk mendorong Agus Harimurti Yudhoyono.

Adapun, Rizal Ramli kata Hendri, adalah nama lain untuk calon Jokowi. Sang 'Rajawali Ngepret' ini dianggap kandidat mumpuni untuk urusan ekonomi. Tito Karnavian yang dekat dengan Jokowi pun masuk radar.

Berbeda dengan tiga nama tadi, nama Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan justru dianggap sebagai calon penantang kuat Jokowi pada 2019. Nama-nama lain yang beredar pun tetap berpeluang menjadi pendamping Jokowi atau memang siap menjadi penantang Jokowi.

"Hanya saja keputusan siapa pendamping Jokowi ya ada pada Jokowi. Kondisi ini memang berbeda dengan 2014 saat Jokowi harus mengikuti saran partai pengusungnya untuk urusan cawapres. Saat ini dengan elektabilitas menjulang Jokowi bisa memilih wakilnya sendiri."

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA