Jumat , 12 January 2018, 17:13 WIB

Emil: Gerindra tidak Minta Mahar, Tapi...

Red: Andri Saubani
Republika/Arie Lukihardianti
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Dirut PDAM tirtawening Sonny Salimi saat menggunting pita dalam peresmian Masjid Maaimmaskuub, Jumat(12/1).
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Dirut PDAM tirtawening Sonny Salimi saat menggunting pita dalam peresmian Masjid Maaimmaskuub, Jumat(12/1).

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Calon gubernur Jawa Barat (cagub Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, Partai Gerindra tidak meminta mahar sepeserpun sebagai syarat mendapat rekomendasi dalam pilkada. "Saya menyampaikan, saya tidak diminta mahar oleh Partai Gerindra dan PKS waktu dulu nyalon di Bandung," ujar Ridwan Kamil di Bandung, Jumat (12/1).

Hal tersebut dikatakan Emil, menanggapi klarifikasi cuitan Partai Gerindra di Twitter atas kasus Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti. La Nyalla menyatakan, bahwa partai berlambang kepala garuda itu meminta mahar hingga Rp 40 miliar agar dapat mendapat surat rekomendasi pengusungan.

Pria yang akrab Emil ini mengatakan, Gerindra tidak meminta mahar. Namun, atas kesadaran pribadi ia memberikan sejumlah uang untuk dipergunakan berbagai alat peraga kampanye.

"Tapi biaya untuk kampanyenya saya yang cari, seperti untuk baliho. Tapi untuk mahar tidak ada. Masak semuanya gratis, kan nggak mungkin," katanya.

Untuk pilkada kali ini, ia tidak kembali diusung oleh Gerindra sebagaimana saat ikut Pilkada Kota Bandung. Ia pun menyampaikan, alasan tidak didukung Gerindra di Pilkada Jabar bukan masalah mahar, akan tetapi syarat yang diminta Gerindra tidak bisa ia penuhi.

"Twit admin @Gerindra ini benar. Saya bersaksi. waktu pilwalkot BDG, Pak Prabowo dan Gerindra tidak meminta mahar sepeser pun untuk tiket pilkada. Hatur Nuhun. Di Pilgub Jabar ini kami berpisah, karena syarat menjadi kader partai yang tidak mampu saya penuhi," tulis Emil dalam cuitan di Twitter-nya.

Sumber : Antara