Rabu, 8 Ramadhan 1439 / 23 Mei 2018

Rabu, 8 Ramadhan 1439 / 23 Mei 2018

Kokam: Amien Sudah Ukur Takaran Diksi Pernyataannya

Jumat 20 April 2018 08:13 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Bilal Ramadhan

Kokam Pemuda Muhammadiyah Mashuri Masyhuda (kiri).

Kokam Pemuda Muhammadiyah Mashuri Masyhuda (kiri).

Respons yang berlebihan justru menambah ketegangan suhu politik di negeri ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komandan Nasional Kokam Pemuda Muhammadiyah, Mashuri Masyhuda, berpandangan ungkapan konotasi partai Allah dan partai setan yang dikata Amien Rais di salah satu masjid tentu sah-sah saja. Menurut dia, substansi dari pesan itu yang seharusnya menjadi fokus perhatian.

"Jika hal tersebut disampaikan dalam kapasitasnya sebagai cendekiawan Muslim yang juga sekaligus politisi senior maka tentu Amien sudah mengukur takaran diksi yang beliau pilih dalam menggambarkan situasi kebangsaan saat ini," kata Masyhuda melalui keterangan tertulis kepada Republika.co.id.

Ia menerangkan, terlepas dari subjektivitas Amien, tentu ada hikmah yang bisa dijadikan bahan muhasabah untuk semua. Setidaknya beliau menggambarkan ada peran amar makruf dan nahi mungkar yang harus dipilih oleh umat Islam.

Dalam konteks politik saat ini, peran tersebut harus jelas dan tegas, khususnya dalam menyalurkan aspirasi politik umat. Menurut dia, partai-partai yang akan menjadi lokomotif aspirasi umat Islam seharusnya merespons positif indikator yang disebutkan Amien.

Agar bisa masuk dalam kategori partai pilihan umat Islam maka harus bisa merepresentasikan aspirasi umat Islam. "Jika ada yang menanggapi bahwa umat Islam yang mana, ya setidaknya umat Islam yang sepaham dengan beliau (Amien Rais)," ujarnya.

Terkait partai setan yang diutarakan Amien, Masyhuda menyampaikan, partai-partai atau politisi yang kurang setuju dengan pandangan beliau tidak perlu gusar dan gerah. Cukup dijawab dengan program dan kebijakan yang merepresentasikan amar makruf dan nahi mungkar.

Maka, niscaya jutaan umat Islam seharusnya menjadikan partai-partai atau politisi tersebut sebagai tempat menyandarkan aspirasinya yang berlandaskan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin. Justru respons yang berlebihan malah akan menambah ketegangan suhu politik di dalam negeri.

Ia menegaskan, yang terpenting keamanan dan kedamaian harus dijaga bersama-sama. NKRI hanya akan bertahan lama jika semua elemen wawas diri dan tidak mudah terpancing emosi.

"Melaporkan Amien Rais bukan langkah yang bijaksana dalam merespons statement beliau. Sebaiknya laporan dicabut sebelum jadi ribut," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Amien, yang juga Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212, berbicara tentang partai setan dan partai Allah dalam tausiyahnya pada Jumat (13/4). Dia menyebut PAN, PKS, dan Gerindra ada untuk membela agama Allah, sedangkan orang yang anti-Tuhan bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan.

Ketua Umum Cyber Indonesia Aulia Fahmi melaporkan Amien ke Polda Metro Jaya berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/2070/IV/2018/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 15 April 2018 terkait pernyataan tersebut. Laporan ini terkait pernyataan kontroversial Amien.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA