Wednesday, 8 Ramadhan 1439 / 23 May 2018

Wednesday, 8 Ramadhan 1439 / 23 May 2018

Amien Rais: Insya Allah Pak Anies Jadi Penyelamat Negeri

Selasa 24 April 2018 19:33 WIB

Rep: Sri Handayani/ Red: Bayu Hermawan

Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan dan Ketua Dewan Pakar Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menghadiri acara peringatan setahun program Ustazah Peduli Negeri di Balai Agung, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/4).

Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan dan Ketua Dewan Pakar Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menghadiri acara peringatan setahun program Ustazah Peduli Negeri di Balai Agung, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/4).

Foto: Republika/Sri Handayani
Saat memberikan ceramah, Amien Rais meramalkan Anies menjadi pemimpin negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais hadir di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/4). Ia diundang menjadi pembicara dalam acara Tasyakuran Satu Tahun Ustazah Peduli Negeri.

Di tengah-tengah Amien menyampaikan pidatonya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan masuk ke ruangan Balai Agung. Anies masuk melalui pintu samping. Ia langsung naik ke panggung dan menghampiri Amien yang masih berdiri di podium.

Kedatangan Anies disambut sorak-sorai ratusan ustazah. Sampai di atas panggung, Anies sempat menyalami Amien. Tak langsung melepaskan, Amien menahan tangan Anies untuk beberapa saat. Dirinya seakan "meramal" Anies melalui tangannya.

"Ini tangannya mau saya ramal, insya Allah besok jadi penyelamat negeri," ujar Amien.

Pernyataan Amien itu pun diamini oleh para ustazah yang memenuhi ruang Balai Agung. Mendengar hal itu, Anies tak membalas sepatah kata pun. Ia hanya tersenyum lebar dan tertawa sambil menuju ke kursi yang telah disediakan untuknya.

Setelah situasi dan kondisi ruangan mulai tenang, Amien melanjutkan pidatonya. Dalam pidato tersebut, ia menyertakan beberapa muatan politik. Ia menyinggung kembali pengalaman dalam Pilkada DKI.

Menurut dia, saat itu Anies dan Wakil Gubernur Sandiaga Salahuddin Uno diprediksi akan kalah karena kekurangan logistik dalam bertarung. Namun, pada kenyataannya mereka justru dapat keluar sebagai pemenang.

"Kadang-kadang kita (berpikir) kalah logistik, mana mungkin bisa menang pilkada. Ini buktinya, kekurangan logistik bisa jadi (pemenang) dibanding (lawannya) itu," katanya.

Saat dikonfirmasi selepas acara, Amien sempat tertawa. Menurut dia, pernyataan itu bertujuan untuk mengetes calon pemilih dari kalangan para ustazah. "Saya sedang testing the voter saya. Jadi, reaksi ibu-ibu gimana?" ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA