Monday, 13 Ramadhan 1439 / 28 May 2018

Monday, 13 Ramadhan 1439 / 28 May 2018

Gatot Komentari Isu Parpol-Parpol Tutup Pintu untuk Dirinya

Rabu 25 April 2018 19:05 WIB

Red: Andri Saubani

Mantan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat berkunjung ke kantor Republika, Jakarta, Rabu (28/3).

Mantan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat berkunjung ke kantor Republika, Jakarta, Rabu (28/3).

Foto: Republika/Prayogi
Elektabilitas Gatot tertinggi di antara calon presiden (capres) alternatif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) TNI Gatot Nurmantyo angkat bicara soal kabar yang menyatakan partai tertentu sudah menutup pintu untuk mendukungnya maju dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2019. Padahal, menurut survei Kedai Kopi, elektabilitas Gatot tertinggi di antara calon presiden (capres) alternatif.

"Dikatakan, 'Pak sudah tutup di sini, sudah tutup di sini,' kan begitu. Wong semua ketua partai juga calon wapres, enggak ada calon presiden. Ingat Allah SWT membolak-balik hati itu semau-maunya, kapan mau, pasti terjadi," kata Gatot setelah menjadi pembicara dalam acara Urun Rembuk Kebangsaan yang digagas Nusantara Foundation, di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (25/4).

Gatot mengatakan, dirinya selalu optimistis terkait dengan pilpres 2019. Optimisme itu, kata dia, bukan berarti dirinya sombong, melainkan karena yang menentukan presiden dan wakil presiden RI 2019 adalah Allah SWT.

"Belum tentu juga saya. Makanya, kalau terpilih siapa pun presidennya, mari sama-sama dukung agar bangsa maju dan bangsa ini optimistis," ujar Gatot.

Ditanya kesiapannya menjadi capres, pria kelahiran Tegal, 13 Maret 1960, itu menyatakan bahwa dalam acara Urun Rembuk Kebangsaan itu dirinya berbicara mengenai optimisme. Sebagai warga negara, ia juga memiliki hak yang sama.

Apabila Republik Indonesia menghendaki dan rakyat memanggil, dirinya akan selalu optimistis. "Saya katakan pengabdian saya, menjadi presiden, wakil presiden, terus sampai warga negara, tetap akan mengabdi," kata pria yang ikut dalam Operasi Seroja di Timor Timur itu.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA