Rabu , 17 May 2017, 15:40 WIB

PP Aisyiyah Gelar Rembuk Nasional Pendidikan Usia Dini

Rep: Yulianingsih/ Red: Ilham
ROL/Casilda Amilah
Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noorjannah Djohantini
Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noorjannah Djohantini

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah akan menggelar rembuk nasional pendidikan anak usia dini (PAUD) di Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Kamis (18/5). Hadir dalam rembuk nasional tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Muhadjir.

Rembuk nasional pendidikan PAUD ini dihadiri 500 tokoh, pemerhati, dan praktisi pendidikan usia dini lintas kelompok dan agama. Rembuk nasional juga diikuti utusan Aisyiyah dari 34 provinsi di Indonesia. Rembuk nasional ini juga diikuti pengelola pendidikan guru PAUD di perguruan tinggi di Indonesia.

"Ini merupakan rangkaian Milad ke-100 Aisyiyah," kata Ketua PP Asiyiyah Siti Noordjanah Djohantini di UNISA, Rabu (17/5).

Menurutnya, praktisi pendidikan usia dini dari beberapa organisasi perempuan lintas agama akan berbicara dalam kesempatan itu. Organisasi ini antara lain dari Persatuan Wanita Katholik Indonesia, Tamansiswa, Persit Kartika Chandra Kirana, Wanita Bughist, dan Muslimat NU.

Diakuinya, dalam rembug nasional PAUD ini akan diperbincangkan banyak hal tentang pendidikan usia dini di Indonesia. "Kita akan berbicara masalah kondisi pendidikan usia dini dan nilai-nilai yang menjadi keharusan untuk pembekalan pendidikan anak usia dini," katanya.

Nilai-nilai yang dibahas tersebut adalah nilai universal yang diajarkan juga di berbagai agama di Indonesia. Dalam kesempatan itu juga akan dibahas tentang kondisi guru di lembaga PAUD di Indonesia. "Rekomendasi yang kita hasilkan bukan hanya untuk pemerintah, tetapi juga untuk semua stakeholders dalam pendidikan anak usia dini," katanya. Selain dipetakan permasalahan pendidikan usia dini, juga dicari solusi untuk penyelesaian masalah tersebut.

Milad Aisyiyah ke-100 tahun akan digelar pada Jumat (19/5), mendatang, di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Akan hadir dalam kesempatan itu 7.500 warga Muhammadiyah dan Aisyiyah dari 34 Provinsi di Indonesia.